oleh

Pengda Kab. Sukabumi Jalin Kebersamaan dan Perdalam Ilmu Melalui Konferdalub

Kabarnotariat.id, Sukabumi – Mengusung Tema “Dengan Konferda Kita Tingkatkan Kebersamaan dan Keilmuan”, Pengurus Daerah (Pengda) Kabupaten Sukabumi Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah/Konferensi Daerah Luar Biasa (Rakerda/Konferdalub), Pembinaan PPAT dan Sosialisasi Peraturan Pertanahan, Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Online Single Submission (OSS).

Acara yang digelar dan dipusatkan di Hotel Augusta Jalan Cikulu Cisaat, Sukabumi Jawa Barat pada Selasa, (18/9/18) terlebih dahulu diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia raya dan Hymne IPPAT. Kemudian, sambutan – sambutan dari Ketua Panitia Pelaksana, Sugani, SH., MKn., Ketua Pengda Kabupaten Sukabumi IPPAT, Buddy Setia Permana, SH., MKn., Majelis Pengawas Daerah Notaris (MPDN) Kabupaten Sukabumi, Hery Sarmanto. SH., Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Sukabumi) dan dilanjutkan dengan pembacaan do’a yang dipimpin oleh Amri, SH.

Ketua Pengda Kab.Sukabimi IPPAT, Buddy Setia Permana, SH., Mkn saat berjabat tangan dengan Perwakilan BPN/ATR Kab.Sukabumi

Mengawali sambutannya, Ketua Pengda Kabupaten Sukabumi IPPAT, Buddy Setia Permana, SH., MKn mengatakan Agenda Konferdalub kali ini adalah penjaringan/usulan nama-nama Bakal Calon Ketua Pengurus Wilayah (Bacaketwil) Jawa Barat IPPAT dan Majelis Pengawas Wilayah (MPW) IPPAT.

Adapun nama-nama yang diusulkan untuk Bacaketwil Jabar IPPAT tersebut ialah, Buddy Setia Permana, SH., H. Rudi A, SH., Nia Tresnawati, SH., Osye, SH., Heri S, SH., Bertha S., Iwan A, SH., dan Ana W, SH. Sedangkan untuk nama-nama MPW Jabar IPPAT adalah Heri S, SH., Abstain, SH., Vita SH., Dr, Pieter L, SH., Osye, SH., Dr, Erni K., SH serta Kikit, SH.

“Saat ini, banyak yang perlu disikapi terkait organisasi diantaranya Sinergy kebijakan organisasi IPPAT dengan kebijakan-kebijakan pemerintah dalam rangka perkembangan pembangunan Indonesa khususnya di bidang pertanahan. Disamping itu berkembangnya permasalahan-permasalahan yang muncul di masyarakat akibat kebijakan-kebijakan pemerintah dan perkembangan situasi internasional perlu dicarikan jalan keluarnya dengan kemampuan profesional ke-PPAT-an,” Terang pria yang akrab disapa BSP, dikalangan Kenotariatan dan Ke PPAT An.

Baca:  Berkah HUT IPPAT Ke - 33 Di Jawa Timur

Ia menambahkan, hingga namanya di usulkan menjadi Bacaketwil semua itu berkat adanya dorongan dari rekan-rekan Pengda Kabupaten Sukabumi IPPAT. “Sebelumnya, saya pikirkan matang-matang dulu dan tidak langsung mengiyakan . Namun, karena rekan-rekan bicara bahwa saya cukup terbilang lama berorganisasi, makanya mereka mendorong saya,” ucap BSP, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Pengda Kabupaten Sukabumi IPPAT maupun organisasi Ikatan Notaris Indonesia (I.N.I).

Senada, Ketua MPDN Kabupaten Sukabumi, Heri Sarmanto, SH menerangkan organisasi IPPAT merupakan organisasi yang bermitra dengan pemerintah dan harus bersinergy sesuai kaidah-kaidah yang ditetapkan. “Khususnya dibidang ke-PPAT-an dalam melayani kebutuhan masyarakat umum, serta harus mampu mematuhi peraturan dan perundang-undangan tentang ke-PPAT-an yang harus diterapkan di masyarakat, baik di Indonesia maupun yang ada kaitannya dengan kesepakatan internasional,” jelas Heri, menerangkan.

Sementara itu Ketua Panitia, Sugani, SH., MKn ketika ditanyai oleh Kabarnotariat.id mengenai bagaimana melakukan pembinaan terhadap anggota PPAT dirinya menjelaskan, harus sejalan/selaras dengan perkembangan dan bertambah banyaknya jumlah PPAT. Sehingga kedepan, persaingan pun akan semakin ketat. “Karena itu, sudah menjadi suatu keharusan untuk melakukan pembinaan dan pembekalan kepada para anggota PPAT, agar dapat menghindari persaingan yang tidak sehat dengan mengedapan etika sesuai peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan,” katanya.

Peserta Rakerda/Konferdalub

Lebih jauh terpantau, sekitar 80 peserta yang terdiri dari Notaris/PPAT Kabupaten Sukabumi terlihat antusias mengikuti jalannya acara. Saat penyampaian materi, berbagai pertanyaan disampaikan dan tak sedikit peserta yang tidak mendapat kesempatan untuk bertanya sampai waktu yang disediakan telah selesai.

(Irwan)

Komentar