oleh

I.N.I Merupakan Rumah Besar Bagi Anggota, Otty HCU: “Tetap Berjuang dan Tak Boleh Putus Asa”

Kabarnotariat,id Jakarta –  Pasca pencalonannya sebagai Ketua Umum Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) beberapa waktu yang lalu, tentu membutuhkan kekuatan mental dan modal besar bagi sosok Otty Hari Chandra Ubayani, SH., Sp.N., MH. Tidak hanya itu, adanya tantangan yang begitu besar seperti bullyan, dan saat dicurangi pun dirinya tetap tenang dan tegar dalam menyikapinya.

Meski demikian, untuk mencapai puncak tertinggi tidaklah harus dibarengi dengan kecurangan atau permainan kotor, apalagi sampai Mendiskreditkan sesama Caketum. “Ini tidak dibenarkan dan dilarang oleh agama,” Terang Otty saat diwawancarai oleh Notary Magazine, disela acara Kreasi Nusantara yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Gelora, Tanahabang, Kota Jakarta Pusat Sabtu, (29/09).

Menurut Otty ia siap apabila tidak terpilih dalam sebuah kontestasi, dan itu merupakan konsekuensi karena memang belum saatnya. Hanya saja, dirinya sangat menyayangkan pada saat pelaksanaan Kongres IPPAT Ke-VII di Makassar beberapa waktu lalu, dianggap tidak fair dan diduga banyak kecurangan.

Saat ini, Otty pun mulai menolehkan fokusnya pada pencalonan Ketua Umum Ikatan Notaris Indonesia (Ketum I.N.I) yang rencanannya akan dilaksanakan di Makassar, Sulawesi Selatan, 2019 nanti.

Ditanyai Kabarnotariat.id mengenai apa yang mendorong anda untuk maju sebagai Caketum I.N.I, dan berkaca pada kejadian Kongres IPPAT Ke-VII di Makassar yang katanya sudah masuk ranah pengadilan traumakah? Otty menjawab, semua itu dikarenakan keinginan arus bawah, khususnya bagi para Notaris yang ada di daerah-daerah.

“Justru saya akan buktikan bahwa kebenaran itu belum tentu kalah. Kita harus tetap berjuang dan tidak boleh putus asa. Meski diperlakukan curang, kita jangan down karena kebaikan itu bisa tidak muncul nanti,” Jelas Otty.

Baca:  Tuntaskan Target Operasi Penanganan Sengketa, Dirjen PSKP: Negara Hadir Memberikan Keadilan dan Kepastian Hukum

Diakui Otty, berkaca dari kejadian Kongres IPPAT justru dirinya bisa melihat siapa yang benar-benar bisa menjadi sahabat, dan siapa yang hanya memanfaatkan untuk kepentingan sesaat saja. “Ada orang yang maunya dekat untuk manisnya saja. Tetapi, ada juga yang sebaliknya, tetap dekat dalam kondisi apa pun,” Tuturnya.

Kekuatan mental Otty juga lantaran didikan Sang Ayah yang demikian keras pada dirinya. “Ayah saya selalu mengingatkan bahwa kehidupan di luar jauh lebih keras lagi karena itu harus memiliki mental baja,” Ujarnya.

Digadang-gadang menjadi caketum INI, Otty mengaku, mengapresiasi keinginan dari para notaris. “Saya takjub dengan dukungan mereka. Tentu mereka ingin suatu perubahan ke arah yang lebih baik. Kalau dulu, mungkin mereka kurang diperhatikan, maka bila saya terpilih tentu harus memberikan perhatian yang lebih baik lagi,” Jelasnya.

Banyak yang mengadu pada dirinya, sambung Otty, bahwa selama ini kurang perhatian dari Pengurus Pusat (PP) I.N.I kepada seluruh anggotanya. Mungkin juga karena anggota I.N.I yang demikian banyak se-Indonesia. “Karena itu, saya berkomitmen untuk memperhatikan semua anggota. Dan bilamana mereka ada masalah, maka Pengurus Pusat wajib membantu,” Lontarnya.

Lebih jauh ditambahkannya, keinginan maju dalam pencalonan Ketum I.N.I lebih untuk memberi harapan baru bagi segenap anggota, tanpa terkecuali. “Dengan begitu, I.N.I kedepan bisa lebih baik lagi dan mampu memberi rasa keadilan kepada seluruh anggotanya,” Ucapnya.

Nasib anggota I.N.I sampai di daerah pedalaman pun harus diperhatikan. “Kita tidak melulu memperhatikan hal-hal yang besar dan mengabaikan hal-hal yang kecil. I.N.I itu rumah bersama bagi seluruh anggota. Kalau selama ini banyak anggotanya merasa kecewa, maka tentu mereka mencari sosok baru yang sanggup menjawab kerinduan hati mereka,” Pungkasnya.

Baca:  Berkunjung Ke Kepulauan Seribu, Pengda Kab.Bogor I.N.I Teduhkan Jiwa di Pulau Payung

(Irwan)

Komentar