oleh

Minimnya Sinyal dan Listrik Buat Pekerjaan Terhambat

Kabarnotariat.id, Yogyakarta – Menjadi Notaris – PPAT di pedalaman bukanlah perkara yang mudah. Apalagi, harus mengalami kondisi komunikasi hingga listrik yang minim. Pekerjaan terbengkalai saat akan mengakses sistem berbasis digital, tentunya banyak pekerjaan yang membutuhkan jaringan internet cepat.

Berikut disampaikan Notaris – PPAT yang berkedudukan di Biak, Papua Ika Feronika Yupiyanti, SH., M.kn., disela acara Pra Kongres Ikatan Notaris Indonesia (I.N.I) Sabtu, (20/18). Ditanyai Kabarnotariat.id, apa yang menjadi PR terbesar kepada Calon Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (Caketum PP I.N.I) apabila terpilih nantinya?

Ika menjawab, mengharapkan perlu adanya perhatian khusus kepada Kandidat Caketum PP I.N.I yang terpilih di periode mendatang maupun yang sedang menjabat saat ini. Karena, meski sudah menggunakan sistem digital seperti Online Single Submission (OSS) dan teknologi serba canggih yang memudahkan dalam berusaha, tentu akan mempermudah pekerjaan lebih baik, praktis dan sangat membantu juga memudahkan. “Namun sangat disayangkan sistem tersebut terjangkau hanya di kota-kota besar saja, akan tetapi untuk di daerah terutama kami yang berada di papua terkadang yang menjadikan kendala ialah keterbatasan sinyal. Apa lagi saat cuaca sedang turun hujan, dimana saat ingin mengakses Administrasi Hukum Umum (AHU) dan OSS tidak terkoneksi sehingga saya pernah mendapat telefon dari klien akibat keterbatasan sinyal,” terang Ika kepada kabarnotariat.id.

Ika menginginkan, supaya warga papua tidak perlu lagi datang ke AHU untuk membuat surat pernyataan akibat keterbatasan sinyal hingga sistem pun tidak bisa diakses. Ditambah, Ujar ika, listrik yang tidak memadai karena belum masuk ke desa dan belum ada tambahan pemancar sinyal yang akhirnya menyebabkan pekerjaan menjadi terhambat.

“Kami disini bekerja serba manual, seperti pada waktu itu ada orang dari perkampungan yang hendak membuat CV dan harus menggunakan e-mail. Karena tidak mengerti apa itu e-mail, jadi kami hanya bisa menjelaskan saja begitu pula Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang hanya dituliskan dengan tangan,” keluhnya.

Baca:  'Case Sharing & Problem Solving dalam Pelaksanaan Jabatan Notaris / PPAT'

Bagi Ika, semua itu adalah pekerjaan yang amat sangat penting dan harus ia kerjakan. Bahkan, menurut Ika, Jakarta dikala sibuk semua tetap bekerja, beda halnya dengan di papua. “Pada saat waktu jam sibuk kerja, kami malahan berebut sinyal dan untuk mendapatkan sinyal terpaksa kami harus datang ke kota,” jelasnya.

Lebih jauh, dirinya meminta bagi para Caketum PP I.N.I yang terpilih sebagai Ketum nanti, mohon agar dipercepat untuk pengadaan listrik dan pemancar sinyal agar pekerjaan yang berkaitan dengan Kenotariatan bisa lebih baik, cepat, sistematis, lebih simpel dan akurat. “Begitu juga dengan sistem pemilihan yang rencananya menggunakan Elektronik Voting (E -Vote), dan bisa mempermudah proses pemilihan demi mempersingkat waktu walaupun harus hadir karena khawatir terjadi kesalahan.

(Setyawan)

Komentar