oleh

IPPAT Banyuwangi Evaluasi Kinerja Bapenda

Kabarnotariat.id, Banyuwangi – Pada hari Rabu, 7 November 2018 dua minggu sudah pertemuan antar Instasi terlaksana di Badan pendapatan (Bapenda) Banyuwangi bersama IPPAT Banyuwangi yang mengundang Instansi terkait bidang pertanahan (Kantor Pertanahan, Bapenda, KPP, Bappeda, PU, Perizinan, dan Pertanian). Pasca pertemuan, diadakan evaluasi atas berjalannya kegiatan, khususnya dalam pelayanan di Bapenda.

Bapenda merespon cepat dan sangat bergembira dengan adanya evaluasi tersebut, karena Drs. Agus Siswanto, MM Kepala Bapenda pun merasa pertemuan lanjutan dirasa sangat urgent. Dimana Bapenda kala itu memang menjadi Bintang karena banyak keluhan maupun masukan yang dialamatkan pada Bapenda dan Bapenda pun menjanjikan dalam satu minggu setelah pertemuan akan memperbaiki sistemnya dan akan mengurangi hambatan-hambatan yang ada demi proses bidang pelayanan yang lebih baik.

Kepala Bapenda (Tengah) bersama Ketua IPPAT dan Wakil Ketua Bidang Organisasi Banyuwangi

“Alhamdulillah, terimakasih kami sampaikan kepada para pejabat yang telah memberikan masukan atas pelayanan kami dan kami sudah maksimal memenuhi apa yang diinginkan oleh para PPAT, namun ada hal yang menjadi pertanyaan kami, dimana kami sudah mengeluarkan nilai taksir sesuai nilai transaksi akan tetapi mengapa masih terdapat banyak BPHTB yang belum terbayarkan?,” ungkap Agus Siswanto.

Kebingungan pun juga menghinggapi benak Zia Ul HAK, SH selaku ketua IPPAT Banyuwangi yang menyatakan keheranannya, “mengapa dalam sistem Bapenda masih banyak BPHTB yang belum terbayarkan?. Padahal secara logika pejabat pasti megharapkan selesainya pekerjaan dengan secepat mungkin karena tuntutan dari klien yang mengiginkan proses cepat?”.

Bahkan Zia memberi contoh kepada salah satu Notaris & PPAT Marwiyah, SH.,MKn yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris IPPAT. “Setahu saya Marwiyah, memiliki klient perbankan yang pastinya mengharapkan proses cepat, namun mengapa dalam sistem Bapenda masih tercantum beberapa BPHTB yang belum terselesaikan pasca disetujuinya nilai transaksi sebagai nilai taksir?, pasti ada yang salah dengan sistem yang ada pada Bapenda,” terang ZIA.

Baca:  Pria Dharsana Ingatkan, "Jelang Ujian PPAT Pahami Regulasi dan Perundang-undangan"
Marwiyah, SH., M,Kn saat memberikan pertanyaan

Lebih jauh Zia pun mengajak Bapenda untuk pelan-pelan mencari tahu permasalahnnya itu. Kedatangan para PPAT dan juga calon PPAT yang masih magang di kantor pertanahan di kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banyuwangi disambut hangat oleh Kepala Bapenda Banyuwangi, dimana selama sesi dialog kepala Badan tampak santai dan sesekali bercanda.

Kesimpulan dalam pertemuan evaluasi tersebut ialah sebagian besar dari PPAT sudah merasa puas dengan pelayanan Bapenda dan Bapenda akan semakin memperbaiki sistem dan kedepan harapan para PPAT agar online nantinya dapat dilakukan oleh umum sehingga PPAT hanya tinggal menyiapkan akta karena kewajiban BPHTB telah diselesaikan oleh Klient sebelum ke PPAT.

Reporter: (DN)

Komentar