oleh

Sinergitas PP I.N.I dan IPPAT Bela Anggota

Kabarnotariat.id – Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) kerap kali menjadi sasaran kriminalisasi mulai dari mafia tanah hingga mafia hukum. Ada yang membedakan tafsir profesi tersebut yakni, Regulasi antara tugas Notaris dan PPAT.

Bicara Organisasi, orang yang terdaftar dalam organisasi Ikatan Notaris Indonesia (I.N.I) pun menjadi pula anggota Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT). Dan dua (2) organisasi yang saling berkaitan tersebut, semestinya memang dapat saling bersinergi dan bergandengan tangan dalam rangka mencapai tujuan bersama.

Seperti diketahui, pada Kamis tanggal Dua Puluh Sembilan (29) bulan November 2018. Para Pengurus Pusat (PP) I.N.I dan IPPAT tengah berkunjung ke Papua Barat, dalam rangka koordinasi guna membantu dan memberikan pendampingan kepada salah satu Notaris-PPAT Nina Diana, SH dalam menghadapi persoalan hukum.

Kunjungan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Umum Sekum PP I.N.I, Tri Firdaus Akbarsyah, SH, Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Anggota I.N.I-IPPAT, DR. Agung Iriantoro, SH, Dewan Kehormatan Pusat (DKP) I.N.I, DR. Pieter Latumenten, SH, Ketua Umum (Ketum) PP IPPAT, Julius Purnawan, SH, Ketua Bidang Perundang-undangan I.N.I-IPPAT, DR. I Made Pria Dharsana, SH, dan Ketua Pengurus Wilayah Papua Barat, Christina Ella Yonathan, SH beserta jajarannya.

Foto bersama

Mereka menghadap Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Drs. Albert Rudolf Rodja, di Mapolda Papua Barat untuk mengurus persoalan hukum yang dihadapi oleh anggotanya.

PP I.N.I dan IPPAT pada saat menghadap Kapolda Papua Barat

Lebih jauh, usai menghadap Kapolda dan mengetahui informasi sebenarnya mereka pun membesuk rekan satu Profesinya sekaligus memberikan penguatan agar diberikan ketabahan dan kesabaran.

PP I.N.I dan IPPAT saat membesuk rekan Nina Diana, SH.

Pertemuan tersebut, dilakukan untuk memberikan perhatian dan bantuan moral serta mengajukan surat penangguhan penahanan dan/atau pengalihan penahan.

“Kehadiran Organisasi sangat memberi arti bagi rekan yang sedang terkena masalah hukum. Hal ini juga membuktikan sinergitas PP I.N.I dengan PP IPPAT.”

(Setyawan)

Baca:  Syafran Sofyan : "Pahami Petitum Gugatan Perdata, Putusan Hakim Tidak Ultra Petita"

Komentar