oleh

Kukuhkan Pengurus dan Pokja IPPAT Jabar, Ketua Wilayah Prioritaskan ‘Kepentingan Anggota’

Bandung, kabarnotariat.id – Pengurus Wilayah Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (Pengwil IPPAT) Jawa Barat tengah mengukuhkan kepengurusan dan kelompok kerja (Pokja) masa bhakti 2018-2021 di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jabar, Kamis (10/1) dengan dihadiri dan dibuka oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar, Dr. H. Iwa Karniwa, mewakili Gubernur Jawa Barat, H. Mochammad Ridwan Kamil, ST yang kebetulan berhalangan hadir.

Foto: kabarnotariat.id

 

Foto bersama Pengurus dan Pokja di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat

Acara tersebut, dihadiri pula Kepala Kantor Wilayah, Yusuf Purnama, SH, MH., Rektor Unpad, Prof. Dr. Med Tri Hanggono Achmad. dr, Ketua Umum PP IPPAT, Julius Purnawan dengan jajarannya, Ketua Pengwil Ikatan Notaris Indonesia, H. Irfan Ardiansyah,SH, LLM beserta jajarannya, Kepala Kanwil Jawa barat, Ibnu Chuldun, SH,MH, serta tamu undangan kehormatan lainnya.

Mengawali sambutannya, Ketua Pengwil IPPAT Jabar, Osye Anggandarri, SH mengatakan sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IPPAT, Ketua Pengwil berkewajiban untuk segera menyusun dan melantik kepengurusannya. Dan beberapa program yang menjadikan prioritas salah satu diantaranya mengayomi para anggota dan meningkatkan kinerja profesionalisme profesi Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

Prioritas Anggota 

Menurutnya, prioritas program kami adalah pengayoman untuk anggota. Itu merupakan titik berat untuk lebih memperhatikan anggota yang bermasalah yang perlu pendampingan di daerah. “Saya selaku ketua pengurus wilayah akan aktif bertanya kepada seluruh koordinator wilayah. Jika ada anggota yang bermasalah, pengurus akan jemput bola sampai ke lokasi,” ucap wanita yang akrab disapa Teh Osye ini.

4.000 PPAT Jabar

Informasi yang dihimpun, pada struktur kepengurusan Pengwil IPPAT Jabar ini duduk menjabat sebagai Sekretaris Yulia Mulyawati, SH dan Bendahara Nitta Meilani Hadori, SH. Sedangkan susunan pengurus seluruhnya berjumlah 320 orang, 21 penasehat, dan 15 dewan pakar. Jumlah ini hampir 1/10 dari Notaris/PPAT yang ada di Jabar yang seluruhnya berjumlah 4.000 orang atau meliputi 1/5 dari jumlah Notaris/PPAT di Indonesia.

PAD Terbaik

Osye menjelaskan, kepengurusan IPPAT yang tersebar di 25 kota dan kabupaten seluruh Jabar ini adalah salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbaik dari pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di daerah masing-masing yang kami pungut dari seluruh pelaksanaan transaksi jual beli.

Meskipun sebagai pemungut pajak terbaik, tapi teryata sampai saat ini Pengwil Jabar tidak memiliki kantor sekretariat yang bisa digunakan sebagai tempat untuk melakukan pertemuan. “Oleh karena itu, dihadapan forum yang baik ini, sudilah kiranya Bapak Gubernur Jawa Barat meminjamkan atau bahkan memberikan tempat sekretariat bagi kami. Saya menghaturkan banyak terima kasih karena telah diijinkan melaksanakan pelantikan di tempat yang megah dan bersejarah ini,” kata Osye.

Dengan penuh semangat Osye mengutamakan kepentingan organisasi dan tidak semata-mata mengedepankan/atau mengutamakan kepentingan serta pendapat invidu.

“Disini, saya berusaha merangkul semua pihak dalam kabinet ini dan kabinet ini merupakan kombinasi dari wajah-wajah lama maupun wajah-wajah baru yang masing-masing mempunyai tugas, tanggung jawab serta kewajiban yang sama terhadap organisasi. Untuk itu, kepengurusan ini saya beri nama ‘Kabinet Satu Untuk Semua’,” lontar Osye dengan Euforianya.

IPPAT Milik Bersama

Ketua Umum PP IPPAT, Julius Purnawan, SH mengingatkan beberapa hal yang perlu diketahui di kelembagaan IPPAT, diantaranya Organisasi IPPAT adalah milik bersama, bukan milik pribadi dan bukan milik kelompok beberapa gelintir orang. “IPPAT dan PPAT fungsinya adalah milik bersama yang harus kita lanjutkan bersama,” jelasnya.

Julius berharap dengan adanya Majelis Pembina dan Pengawas (MP3) PPAT bisa membawa PPAT lebih baik lagi. Ia juga mengimbau agar segera dibentuk MP3 di seluruh wilayah dan daerah di seluruh tanah air. “Saya berharap dari Pengwil Jabar IPPAT yang cukup besar keanggotaannya, bisa memberikan warna tersendiri bagi kelembagaan PPAT dimasa akan datang,” pintanya.

Sinergitas IPPAT Jabar dan Pemprov

Ditempat yang sama, mewakili pemprov Jabar Sekretaris Daerah Iwa Karniwa berharap dari pelantikan IPPAT Jabar kali ini para pembuat akta tanah di wilayah Jabar dapat bersinergi, berjalan beriringan dengan Pemprov Jabar dalam memberikan pelayanan yang inovatif sehingga Jabar juara lahir bathin melalui inovasi dan kolaborasi dapat terwujud,” kata dia.

PPAT Tidak Menjalankan Praktik

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPN Jabar, Yusuf Purnama, SH, MH., mengungkapkan bahwa berdasarkan evaluasi Kanwil Jabar masih banyak PPAT yang praktik namun tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Serta masih ada pembuat akta (PPAT) yang mengandung konseksi hukum.

“Mereka harus memudahkan, profesional, tidak pungli dan bekerja sesuai dengan ketentuan. Kemudian yang menjadikan kesalahan mendasar seperti laporan telat, tidak bikin akta, kantor tidak jelas dan ada namanya namun kinerja tidak berjalan. Mereka harus membuat akte yang berkualitas agar masyarakat juga tidak dirugikan,” tegas Kanwil BPN Jabar.

Lebih jauh, Osye mengucapkan selamat kepada pengurus yang sudah dilantik. “Selamat bertugas dan semoga amanah, semoga kita bisa bersama-sama membangun program kerja se-Jawa Barat, menjaga sinergi antara IPPAT – INI se-Jawa barat, senantiasa mengayomi dan memberikan perlindungan serta Jawa barat semakin solid dan kompak,” imbuhnya.

(IRN)

Komentar