oleh

Solusi Terhadap Permasalahan Hukum Yang Menimpa Notaris

Denpasar Bali, kabarnotariat.id – Bertempat di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Propinsi Bali, Renon, Kota Denpasar Bali Senin, 25 Maret 2019 Pukul 15.30 WITA. Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkumham) Propinsi Bali, Sutrisno, SH MH, didampingi oleh Drs. I Wayan Redana.MH (Kabid Pelayanan Hukum), I Wayan Adhi Kamaryana.SH.MH (Kasubid Administrasi Hukum Umum), dan Ida Bagus Danu Krisnawan.SH.MH (staf Bidang Pelayanan Hukum), menerima kunjungan Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Notaris Indonesia (Pengwil I.N.I) Bali, I Gede Semester Winarno SH, BF Harry Prastawa SH (Wakil Ketua), I Nyoman Mustika SH. M.Hum (Wakil Ketua) dan Dr. I Made Pria Dharsana, SH., MHum (Penasehat Pengwil INI Bali yang juga selaku Kabid Perundang-undangan PP INI) serta I Gusti Ngurah Maha Buana SH (Penasehat Pengwil).

Pengwil I.N.I Bali audensi dengan pihak Kanwil Kemenkumham Bali

“Ini merupakan pertemuan koordinasi dan komunikasi yang baik untuk mendapatkan solusi terhadap permasalahan hukum yang menimpa kepada rekan Notaris, baik yang sedang di sidangkan di Pengadilan Negeri Denpasar maupun yang sudah diputus inkrah oleh pengadilan,” terang I Gede Semester selaku Ketua Pengwil INI Bali didampingi Harry Bf Prastawa,SH, dan Ngurah Maha Buana, SH.

Sementara itu, Ketua Bidang (Kabid) Perundang-undangan PP I.N.I, DR. I Made Pria Dharsana, SH menegaskan agar penindakan dan pemberhentian notaris tetap mengacu kepada UUJN P nomor 2/2O14.

“Tentunya, semua ada tahapan-tahapannya dengan jelas terang serta mengacu kepada asas praduga tak bersalah. Jalankan pemeriksaan dengan adil dan tidak lah didasarkan kepada tim investigasi yang dibentuk berdasarkan Kepmen Kumham no M.HH-01.AH.02.07 Tahun 2018 Tentang Tim Investigasi Permasalahan Notaris tertanggal 23 Maret 2018, dimana masa berlakunya sudah berakhir pada Desember 2018,” jelas Kabid Perundang-undangan PP I.N.I.

Baca:  Notaris Sambang Kampus Jatim Perdana Di Gresik

Ia menambahkan, bahwa PP INI dan seluruh jajaran pengurus Pengwil dan Pengda tidak akan melindungi rekan notaris yang memang benar bersalah sesuai dengan keputusan Pengadilan yang telah mempunyai kekuatan tetap. Akan tetapi, jika masih dalam proses pemeriksaan dan penyidangan di Pengadilan, mohon dilakukan proses yang tetap menghargai profesi/Jabatan Notaris.

“Jika ada notaris yang ditersangkakan kemudian ditahan tetapi masih dalam proses persidangan, janganlah sudah dianggap bersalah dan dihukum. Padahal belum mendapatkan hukuman; mengacu kepada pasal 7 (2), 16 (11) (13), 17(2), 19(4), 37(2), 54(2), dan pasal 65A UUJN P yang mengatur tata cara penjatuhan sanksi administrasi terhadap Notaris sudah jelas diatur dengan keputusan Menteri,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun, pertemuan yang penuh keakraban disepakati untuk melaksanakan pertemuan secepatnya agar menemukan jalan yang terbaik bagi semua dan pelayanan kepada masyarakat tidak akan terganggu. Selain itu, dibicarakan juga tentang rekan notaris yang sudah menjalani hukuman maupun yang sedang dalam
proses persidangan dengan memberikan mengajukan Notaris Pengganti.

Hal ini, akan segera diatur dalam pertemuan bersama lebih lanjut dan juga akan dibicarakan beberapa hal yang berkaitan dengan Majelis Pengawas agar pelaksanan kewenangannya selalu berkordinasi dengan Kakanwil yang akan menyampaikan hasil-hasilnya kepada Majelis Pengawas Pusat Notaris supaya mendapat perhatian.

“Sebagaimana harapan Menteri Hukum dan Ham, bahwa jika ada oknum notaris yang tidak benar menjalankan tugas jabatan nya sebagaimana diatur dalam UUJN dan Kode Etik harus mendapat hukuman pemberhentian agar investor atau pihak-pihak yang membuat akta otentik di hadapan Notaris mendapatkan perlindungan hukum, sehingga Iklim Investasi yang dijalankan oleh Pemerintah Jokowi – Jk mempunyai daya saing global,”ungkapnya.

Usai audensi dilakukan Foto bersama

Lebih jauh, pertemuan diakhiri dengan foto bersama. Para kabid yang mendampingi Kakanwil Kumham Bali, agar secepatnya mengagendakan pertemuan dengan Pengwil INI Bali.

Baca:  Rina Ariesandy: 'Pemimpin Itu Kita, Bukan Saya, Pemimpin Itu Tidak Sendiri, Pemimpin Itu Bersama'

(IRN)

Komentar