oleh

IMMKn Undip Gelar Pembekalan Dan Bimtek Calon Notaris Pembuat Akta Koperasi

Kabarnotariat.id, Semarang -Bertempat di ruang perkuliahan Prodi MKn Undip Kawasan jalan Imam Bardjo, Pleburan, Kota Semarang pada 20 Juli 2019 lalu pukul 08.00 wib, Jajaran Ikatan Mahasiswa Magister Kenotariatan (IMMKn) Universitas Diponegoro (undip) menggelar acara Pembekalan dan Bimbingan teknis Calon Notaris Pembuat Akta koperasi (NPAK) yang dihadiri oleh seluruh Mahasiswa Prodi MKn Undip.

Peserta Bimtek Calon NPAK yakni Mahasiswa Prodi MKn Undip

Ketua Prodi MKn Undip Semarang, Prof. Dr. Budi Santoso,SH,MS dalam sambutannya menekankan, pembekalan dan Bimtek Calon NPAK tersebut kami berikan kepada seluruh mahasiswa dengan harapan kelak setelah mereka magang dan sebagai Calon Notaris harus menguasai teori-teori dan praktek bagaimana mekanisme dan tata cara menjadi NPAK yang benar berdasarkan ketentuan perundang-undangan yangdiatur oleh Kemenkop dan UKM RI.

Foto Ir. Luhur Prajarto,MM (kanan) dan Prof. Dr. Budi Santoso,SH,MS (kiri)

Disamping itu bagaimana nantinya tata cara membikin Akta Badan Hukum Koperasi yang baik dan benar. Sehingga, diyakininya bimtek dan pembekalan ini sangat bermanfaat bagi mereka selaku mahasiswa Prodi MKn Undip.
Sedangkan selaku pembicara adalah Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop dan UKM RI, Ir.Luhur Prajarto,MM, dan didampingi Nasrun,S.Sos,M.As serta Aditya Putra, SH yang mengupas tuntas paparannya, seputar bagaimana tata cara menjadi NPAK dan mekanisme membuat Sismin Badan Hukum Koperasi berdasarkan kaidah perundang-undangan yang ada.

Acara pembekalan dan bimtek ini dibuka oleh Wakil Dekan IV  Fakultas Hukum undip, Lapontukan Leonard,SH,LLM. Dari 12.000-an Notaris Yang Terdaftar Di Kemenkop RI, Ternyata Hanya Tigaribuan Saja Yang Aktif Sebagai NPAK Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi Kementerian Koperasi dan UKM RI, Ir. Luhur Prajarto,MM menyatakan, tercatat sebanyak 12.705.000 per bulan Juli 2019 Notaris kini nama mereka sudah tercatat di database Kemenkop dan UKM RI sebagai Notaris Pembuat Akta Koperasi (NPAK).

Baca:  Pengwil Jatim INI Sukses Laksanakan UKEN 2021

Namun ironisnya, ujar Luhur Prajarto dari sekitar 12 ribuan Notaris yang terdaftar di database Kemenkop sebagai NPAK, dan yang teregister atau menyatakan ke Sistem Administrasi Badan Hukum Koperasi hanya sebanyak 3.700  (39,1 %) per Juli 2019. Nah ini nanti  yang sedang kita evaluasi bersama, kenapa mereka seperti itu.

Apakah tidak tertarik dengan koperasi atau belum pahamkah tentang koperasi. Kembali lagi diuraikan Luhur, binatang apa sih koperasi itu? Karena itu adanya Bimtek dan Workshop bagi mahasiswa Prodi MKn Undip khususnya, disini kita sampaikan ada beberapa narasumber dari Kementerian Koperasi yang lebih teknis disini membahas binatang apa koperasi itu.

Karena urai Luhur kembali, Koperasi ini berbeda dengan badan hukum yang lain. Kalau PT itu kan kumpulan modal, sedangkan koperasi ini kan kumpulan orang-orang,  Lha ini harus dibedakan. Didalam Kopreasi karena merupakan kumpulan orang-orang  tadi, jadi “Selt Helf Organization” bagaimana anggota-anggotanya ini mencoba berjuang menghidupi perusahaan/organisasinya.

Sekarang kita sudah menyinggung bahwa koperasi itu suatu perusahaan.  Ini yang nanti kita akan jelaskan kepada mereka, kalau mereka tidak tahu maka nanti biar tahu.

Jika merujuk dari Bapak Pendiri Bangsa kita, “Founding Fathers” (pendiri negara kita) Dr.Mohammad Hatta kan salah satu pendiri Koperasi, jika menunjuk ke situ pemikiran Bung Hatta sudah setaraf visioner ke depan bahwa Koperasi sangat cocok dengan sikon di Indoensia. Karena apa, melihat masyarakat Indonesia yang jiwa gotong royongnya tinggi dan kekeluargaannya tinggi. Dan ini salah satu dari kisi-kisi Koperasi tadi.

(Jman)

Komentar