oleh

Lima Hal Ideal Memilih Calon Ketua Pengwil I.N.I Jawa Tengah

Kabarnotariat.id, Semarang – Ada filosofi menarik bagi warga Jateng yakni slogan “Jateng Gayeng” sepertinya biasa saja kalimat tersebut, namun ternyata memiliki makna yang mendalam. Jateng Gayeng sebagai makna Jateng yang selalu kompetitif dengan orang-orang inteleks dan berkualitas. Visioner dan berkemajuan.

Berikut ini tanggapan dan harapan  para tokoh Notaris-PPAT muda dan milenial sosok generasi penerus ke depan yang berhasil dihimpun oleh Kabarnotariat.id di lapangan usai mewawancarai mereka, diantaranya :

(1). Benny Pamujiharto,SH,M.Kn (Alumni MKn Undip)

(2). Daror Mujahid,SH,M.Kn (Alumni MKn Undip)

(3). Firtriana Bawazir,SH,M.Kn (Alumni Mkn Undip)

(4). Noor Mujaid Ababiliyanto,SH,M.Kn (Alumni Undip)

(5). Fatiroh, SH., M.Kn (Kanan) bersama Ketum PP IPPAT dan Ketua Pengwil IPPAT Jateng

(6) Alvi Hidayawati,SH,M.Kn

Pantas jika Jateng dalam kancah berorganisasi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, memiliki track record yang gemilang dan selalu menyumbangkan kepemimpinan di tingkat Nasional bahkan Internasional. Jateng sebagai barometer central of java, mempunyai selera kepemimpinan yang berkualitas tinggi dan terukur.

Masyarakat Jateng secara umum dan tidak terkecuali para anggota organisasi seperti Ikatan Notaris Indonesia (I.N.I) Jateng selalu menentukan syarat dan kriteria kepemimpinan yang ideal dan berkarakter tinggi. Ada lima hal yang disyaratkan untuk menjadi pemimpin dalam organisasi Pengurus Wilayah (Pengwil) I.N.I Jateng;

1. Popularity
2. Acceptability
3. Electability
4. Intelectual
5. Experience

1. Popularity: artinya: dikenal dan disukai publik (plublic majority) atau mayoritas anggota organisasi; sesuai dengan kebutuhan organisasi pada umumnya; dari sisi keilmuannya mudah dipahami calon pemilih (anggota): karakternya disukai dan dikagumi calon pemilih (anggota).

2. Acceptability: dapat diterima, dapat diterima dlm kompetisi pemilihan, ukurannya kapasitas dan kualitasnya. Kapasitas didasarkan data kuantitatif dan terukur alias punya modal sosial atau punya modal pendukung dan punya modal finansial alias trust). Kualitas didasarkan skill atau kemampuan baik dari pendidikan atau implementasi gagasan untuk organisasi.

Baca:  Konferwil INI Jawa Tengah Memilih Widhi Handoko Menjadi Ketua Pengwil Jateng INI Periode 2019 – 2022

3. Electability:  tingkat keterpilihan kepemimpinan meyakinkan, semua terukur dan sesuai dengan kriteria pilihan (Laku dijual). Elektabilitas bisa diterapkan orang (seberapa besar dukungan secara personal). Elektabilitas calon pemimpin organisasi berarti tingkat keterpilihan di mata anggota organisasi cukup signifikan untuk memenangkan kompetisi.

4. Intelectual: mempunyai ide-ide dan gagasan yang visioner dan mudah diterjemahkan (mempunyai kemampuan public speaking) serta diimplementasikan. Selalu ada gagasan-gagasan yg segar (update) untuk kepentingan kemajuan organisasi dan anggotanya.

5. organizational experience: seorang calon pemimpin harus mempunyai pengalaman dalam organisasi sekelasnya (selevel) dan akan mempunyai nilai lebih jika didukung oleh pengalaman organisasi pemerintahan atau politik. Kepemimpinan ideal selalu dibutuhkan seprang pemimpin yang memiliki pengalaman lintas organisasi.

Dari kelima hal syarat minimal tersebut jika kita telaah lebih lanjut lebih kearah Dr. Widhi Handoko, SH., Sp.N: sebagai alumni kami melihat setidaknya track rekocord beliau yaitu sebagai Notaris – PPAT Kota Semarang sudah lebih dari 20 tahun, beliau juga sebagai Dosen S2 dan S3: Akpol, S3 STIK PTIK Polri, MKn Undip, MKn Unissula dan beberapa Universitas lainnya.

Menurut Daror Mujahid, Benny Pamujiharto, Fitriana Bawazir, Noor Mujahid Ababilianto, Fatiroh dan Alvi Hidayawati mengatakan  beliau  (Widhi Handoko – red)  mempunyai talenta sebagai pemimpin, pengalaman dari berbagai bidang organisasi, bahkan lintas organisasi, profesional dan berintegritas tinggi, serta bersih dari penyimpangan-penyimpangan birokrasi (selalu konsisten menentang pungli dan suap).

Selain itu juga, dirinya memiliki power untuk melindungi anggota dari kriminalisasi Notaris – PPAT yang selama ini menjadi momok dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai Notaris.

“Sebagai alumni MKn Undip & Unissula kami berharap Pengurus Daerah (Pengda) I.N.I wilayah Jateng memberikan rekomendasi pada beliau serta mendukung pada beliau  dan diberi kepercayaan untuk maju sebagai Ketua Pengwil INI Jateng. Jangan sampai I.N.I jateng nantinya memilih kucing dalam karung yang tidak akan membawa perubahan apapun. Kemudian, jangan sampai mempertahankan rezim kepemimpinan dari tahun ke tahun muka-muka lama yang tidak membawa perubahan berarti bagi kemajuan organisasi I.N.I. Kami angkatan muda membawa visi misi untuk modernisasi organisasi, menghilangkan sekat-sekat dekotomi senior dan yunior,” terang salah satu Notaris – PPAT milenial, Daror Mujahid,SH., M.Kn.

Baca:  IMMKn Undip Gelar Pembekalan Dan Bimtek Calon Notaris Pembuat Akta Koperasi

Lebih lanjut ditambahkannya, sebagai ikatan muda berharap ada perubahan kepemimpinan Pengwil I.N.I Jateng. Saya rasa hanya Dr. Widhi yang mempunyai talenta untuk perubahan tersebut, utamanya mendobrak monopoli pekerjaan yang selama ini dikuasai kaum ilite yang kaya dan berduit. Yang mampu menyuap dan mampu membeli pekerjaan dari perbankkan atau institusi terkait dengan merendahkan harkat, martabat dan kehormatan. Untuk itu angkatan muda menginginkan Dr Widhi dapat mengangkat kembali harkat, martabat dan kehormatan Notaris.

“Kami yakin beliau sangat layak dan pantas untuk dicalonkan dan kami yakin di bawah kepemimpinan beliau akan membawa Perubahan mendasar bagi keberlangsungan dan masa depan I.N.I JATENG khususnya dan Notaris pada umumnya,” imbuhnya.

Jman

Komentar