oleh

Otto Hari Tri Sapta Adji Siap Ramaikan Bursa Caketwil I.N.I Jateng

Kabarnotariat.id, Semarang – Berbekal  keyakinan dan optimisme untuk membawa   perubahan pada organisasi Ikatan Notaris Indonesia (I.N.I) Wilayah Jawa Tengah(Jateng- Red), Otto Hari Tri Sapta Adji, SH., SpN., Notaris-PPAT asal Kabupaten Semarang menyatakan siap maju apabila dicalonkan oleh anggota pada kontestasi  Konferensi Wilayah (Konferwil) I.N.I Jateng yang direncanakan dan akan digelar pada bulan Oktober 2019 mendatang.

“Saya siap mendarmawhaktikan jiwa dan raga saya untuk kemajuan organisasi I.N.I, terutama wilayah Jawa Tengah. Akan tetapi, dengan catatan apabila saya diminta atau mendapat amanah untuk maju sebagai Bakal Calon (Bacalon) Ketua Pengwil I.N.I Jateng Periode 2019 – 2022,” jelas Otto Adji Panoedjoe, yang sering akrab disapa dengan nama bekennya Otto Hari Tri Sapta Adji, saat diwawancarai Kabarnotariat.id di Semarang pada 26 Agustus 2019.

Otto menambahkan, tidak mudah mengemban sebuah amanah dari para anggota. Untuk itu kalau memang sudah diniati maju, maka ya sudah siap tentunya dengan segala konsekuensi logis yang harus dipikul dan ditanggungnya.

Pertama, Ujar Otto, jelas rela korban waktu, pekerjaan, tenaga, keuangan, pikiran dan pastinya keluarga. Karena, kalau memang siap berjuang diorganisasi maka kudu harus siap mental, siap untuk dipuji, siap untuk dicaci maki, siap dikritik, siap pula untuk didukung apabila memang kinerjanya bagus dan siap membawa perubahan berarti dalam memajukan organisasi I.N.I Jateng.

Dijelaskannya pula, demikian halnya dengan pribadi Otto apabila nanti ternyata amanah itu datang dari rekan-rekan Notaris, maka biarlah mengalir begitu saja secara natural. Menurutnya, beberapa program kerjanya apabila nanti masuk di bursa Calon Ketua Wilayah (Caketwil) I.N.I Jateng, antara lain pertama; akan  membawa INI Jateng lebih visioner dengan menagajak para anggota untuk ‘Melek IT’ alias tidak gagap teknologi, “bila perlu segala bentuk informasi dan regulasi-regulasi seputar Perundang-undangan sekarang harus  diakses via medsos biar lebih cepat, up to date dan berbasis online sistem,” terangnya.

Baca:  Berkunjung Ke Kepulauan Seribu, Pengda Kab.Bogor I.N.I Teduhkan Jiwa di Pulau Payung

Yang kedua kata Otto, pengayoman dan perlindungan anggota lebih dipertajam dengan pendataan para anggota yang  sedang membutuhkan bantuan pendampingan hukum misalkan jika mereka sedang dalam kasus hukum, baik Perdata maupun pidana. Dengan sering turun gunung (urun ke bawah) ke semua (Pengurus Daerah) Pengda-Pengda yang ada di Jateng, berdiskusi tentang problematika yang dihadapi anggota, sehingga bisa dibantu dan dicarikan solusinya dengan baik, tuntas, arif dan bijaksana.

Kemudian yang Ketiga, menjadikan wadah Pengwil I.N.I Jateng lebih guyup dan betah sebagai rumah sendiri. Otto pun menginginkan sering membuat acara-acara atau kegiatan di kantor sekretariat I.N.I Wilayah Jateng. “Jangan kalau ada acara atau rapat-rapat di luar terus, sehingga kantor sekretariat Pengwil I.N.I Jateng lebih hidup dan ada greget dari semua anggota untuk lebih aktif berpartisipasi dalam beroganisasi,” ucapnya.

Lebih lanjut, masih kata Otto, bisa lebih mendorong kepada penguatan hubungan antar lembaga baik di tubuh internal organisasi maupun secara eksternal menjalin kemitraan yang sinergis dan harmonis dengan seluruh institusi terkait. Kita contohkan saja diorganisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang hingga saat ini terlihat begitu solid, kompak, selalu menjaga persatuan dan kesatuan anggota dan organisasi.

“Apalagi I.N.I sebagai satu-satunya wadah tunggal Notaris di Indonesia berdasarkan ketentuan Undang-Undang Jabatan Notaris (UUJN). Kalau memang IDI bisa, maka kita harus lebih bisa dan selalu berpikiran positif antara semua jajaran pengurus dengan para anggota, termasuk dalam menyikapi hal apapun yang berkaitan dengan organisasi I.N.I,” kata Otto lagi.

Menutup perbincangannya, Otto berharap tak perlu lagi ada kubu-kubuan di sana-sini. “Mari bersatu membesarkan ruamah besar kita Ikatan Notaris Indonesia. Merangkul semua kalangan baik itu Notaris senior maupun mereka yang yunior. Tak perlu ada gab atau jarak antara satu sama lainnya. Sukses dan jayalah selalu organisasi I.N.I di usia yang sudah semakinn dewasa yaitu 111 tahun,” jelasnya.

Baca:  Konferensi Pers Digelar, PP IPPAT Meminta Pertanggungjawaban Hukum Ketum PP-IPPAT Periode 2015-2018

JN

Komentar