oleh

Penanggulangan Money Politic Petahana VS Newcomer Dalam Sarasehan Jatim

Kabarnotariat.id, Jatim – Untuk kedua kalinya Tim Pemilih (Timlih-Red) di Konferensi Wilayah Ikatan Notaris Indonesia Jawa Timur (Konferwil I.N.I Jatim) menyelenggarakan kampanye/sosialisasi Bakal Calon Ketua Wilayah (Baca Ketuwil) dalam menggali Visi dan Misi para kandidat untuk dapat dipilih oleh anggota dalam pagelaran Konferwil Jatim nantinya.

Suasana Peserta Sarasehan

Mengusung tema ‘Sarasehan’ di Hotel Suncity Sidoarjo (10/9/2019), ada dua kandidat yang menyampaikan Visi dan Misi dari waktu yang disediakan oleh moderator yang dipimpin Ketua tim Pemilih, Gatot Tri Waluyo, SH, MKn. Kedua kandidat tersebut adalah Bambang Heru Djuwito, SH, MH (BHD) selaku Petahana dan Siti Anggraeni Hapsari, SH, MH (SAH) selaku Newcomer.

Suasana Peserta Pendukung

Selain penyampaian fakta integritas dari para baca ketuwil, tim pemilih juga memberikan waktu penyampaian Visi dan Misi dari masing-masing kandidat. Di sesi menjawab pertanyaan yang disediakan tim pemilih dengan pengambilan kertas pertanyaan secara acak, disediakan pula sesi saling memberikan sanggahan dari jawaban-jawaban yang disampaikan oleh masing-masing kandidat.

Ada pembahasan yang menarik dan menjadi perhatian para peserta kala itu adalah ketika  ada dua pertanyaan yang diambil masing-masing kandidat, ternyata masing-masing pertanyaan yang diambil para kandidat, sama-sama membahas tentang money politic dalam pemilihan pemimpin I.N.I. Dari masing-masing jawaban kandidat, mereka sama-sama saling menentang adanya praktek money politic khususnya di pagelaran Konferwil Jatim.

Namun, ada beberapa perbedaan pandangan tentang cara penanggulangan yang akan mereka lakukan kedepan dalam hal tersebut. Bahkan, masing-masing kandidat pun saling menanggapi cara-cara/jawaban-jawaban dari penanggulangannya.

SAH menegaskan, kita harus punya cara-cara yang preventif, bukan cara-cara yang kuratif. Cara-cara preventif harus mencegah money politic dan mempunyai mekanisme yang benar bagaimana hal itu tidak terjadi. Karena Money politic tidak mendidik dalam kedewasaan berorganisasi. Money politic menjadikan seseorang tergantung kepada yang membiayai dan objektifitas terhadap siapa yang layak dipilih itu dinomor duakan.

Baca:  Semarak Peringati HUT I.N.I Ke - 111 Dengan Donor Darah
Siti Anggraeni Hapsari, SH., MH (SAH New Comer)

Bahayanya lagi anggota tidak mempunyai kemandirian, tidak punya rasa tanggung jawab yang besar terhadap organisasi. Sehingga salah satu cara SAH dalam menanggulanginya adalah menyelenggarakan konferwil jatim tidak dipungut biaya.

Menanggapi hal itu, BHD beranggapan bahwa penggratisan sebuah kegiatan akan berdampak pada ketergantungan. Suatu saat ketika kegiatan itu berbayar maka ada pembandingan dan akan terbiasa dengan cara-cara memanjakan. BHD mengusulkan jangan lah dilakukan hal itu karena akan merusak kecintaan partisipasi anggota kepada organisasi.

Bambang Heru Djuwito, SH., MH (BHD Petahana)

Salah satu peserta yang berasal dari Pasuruan mempertanyakan jika Konferwil Jatim Gratis pastinya akan banyaknya anggaran dalam menampung seluruh anggota di Jawa Timur yang lebih dari 2 ribu-an anggota itu. Lalu  dari mana anggaran tersebut diperoleh?.

SAH pun menjawab sebagaimana yang telah disampaikannya di sarasehan pertama di Pasuruan (29/8). Tidak perlu risau memikirkannya biarkan kami yang memikirkannya, terang SAH. Namun jika masih dipertanyakan, SAH pun membuka bagaimana dirinya melakukan perhitungan-perhitungan yang realistis.

Mulai dari pendapatan iuran anggota dan pengelolaannya sampai mendapatkan dana/pembiayaan dari sponsor sebagaimana pernah dilakukannya dalam salah satu kegiatan seminar gratis untuk anggota di pengda Surabaya.

Sementara, peserta lain yang berasal dari Sidoarjo menyampaikan mirisnya kondisi akhir-akhir ini dari maraknya info yang berkembang mengenai Money politic. Apakah itu Hoak atau Fakta dirinya tidak mengetahuinya, namun begitulah info yang didengarnya. Yang jadi pertanyaannya, apakah BHD dan orang-orang disekitar BHD (pendukungnya) siap dan berjanji kepada diri sendiri baik dalam hati maupun ucapan ataupun kepada Yang Maha Kuasa, untuk menyatakan no money politic ?.

BHD pun menjawab siap bahkan disumpah pun siap karena dirinya yakin dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan roda organisasi terutama untuk menegakkan langkah preventif dari organisasi yang telah diatur melalui ART Organisasi yang melarang adanya money politic.

Baca:  Visi Misi Kader Wawali Terbaik Demokrat Surabaya

Dirinya yakin bersama tim akan bekerja keras untuk mensukseskan apa yang menjadi aturan organisasi dan menghindari praktek money politic dalam bentuk apapun.

DN

Komentar