oleh

Ada Bisnis Dalam Perkawinan dan Waris

kabarnotariat.id – Ada Bisnis Dalam Perkawinan Dan Waris Andy Institute merupakan salah satu lembaga pendidikan dan pelatihan di Jawa Timur yang fokus dan perduli akan kualitas praktisi hukum di Indonesia. Pada hari Sabtu, 14 September 2019 lalu di hotel IBIS BUDGET Surabaya, lembaga ini mempersembahkan workshop aspek hukum perkawinan dan Waris dalam kaitannya dengan transaksi bisnis dan Investasi bersama Asosiasi Pengajar Hukum Keperdataan (APHK).

Dr. Ir. J. Andy Hartanto, SH, MH, MMT., selaku pendiri dan pengajar menyampaikan bahwa tema workshop ini diangkat berdasarkan rundingan bersama APHK. Dimana saat ini masyarakat membutuhkan aspek hukum terkait masalah waris.

Masyarakat ingin tahu kedudukan waris itu bagaimana?. Terutama kedudukan waris yang ada dalam perjanjian pisah harta, kemudian juga dengan perkawinan kedua dan ketiga. Pada prakteknya, Andy menjelaskan banyaknya masyarakat saat ini yang melakukan perkawinan namun tidak pernah berpikir mengenai warisnya kelak. Padahal dalam perkawinan saat ini rata-rata ada kaitannya dengan bisnis. Sebagaimana yang diketahuinya dari paparan Prof. Dr. H.M. Isnaeni, SH, MS bahwa Perkawinan sekarang tidak hanya dari faktor cinta, namun sudah ada dari segi bisnisnya. Dicontohkan seorang perempuan yang kaya menikahi laki-laki yang bermodalkan sepeda saja.

Dari situ bisa dihitung mengenai untung dan ruginya, sehingga boleh dikatakan sudah menyangkut bisnis. Dari perkawinan itu, ditambahkannya lagi bahwa sekarang sudah mulai ada hitung-hitungan mengenai warisnya. Bagaimana warisannya nanti? Apakah jatuh semua ke Istri atau semua ke suami?.

Suatu perkawinan begitu anak dari salah satu orang tua menyatakan ingin kawin, sudah barang tentu orang tua itu mulai berpikir bagaimana mengenai keuangannya kelak?. Itulah menurut Andy yang melatar belakangi adanya bisnis dalam kaitannya perkawinan dan waris.

Sebagai Keynote Speaker Prof. Dr. Y. Sogar Simamora, SH, M.Hum., selaku ketua umum APHK menyampaikan beberapa hal mengenai perkembangan hukum keperdataan Indonesia dihadapan kurang dari 100 peserta yang hadir dari kalangan mahasiswa, Praktisi hukum seperti Advokat dan Notaris.

Dijelaskannya bahwa APHK mempunyai prioritas akan melakukan pembaruan buku 3 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer) tentang perikatan. Nanti andaikata berhasil dijelaskan Sogar bahwa salah satu bagian yang terpenting dalam UU perikatan ini adalah adanya bab khusus yang mengatur tentang perbuatan hukum.

Dimana ketentuan tentang perbuatan hukum yang berlaku untuk setiap jenis perbuatan hukum, bukan hanya perbuatan hukum yang berkaitan dengan pembuatan perjanjiannya saja. Sebagai pemateri dalam acara workshop tersebut Prof. Dr. H.M. Isnaeni, SH, MS seorang Guru Besar Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Dr. Ir. J. Andy Hartanto, SH, MH, MMT seorang pendiri, penulis, akademisi dan praktisi serta Erni Agustin, SH,LL.M salah satu Dosen Fakultas Hukum UNAIR Surabaya.

Komentar