oleh

Seminar IPPAT Tulung Agung Berkelas Nasional

Kabarnotariat.id, Jatim – Pengurus Daerah Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (Pengda IPPAT) Tulung Agung merupakan hasil pemekaran Pengda baru di Jawa Timur (Jatim) dari Pengda Karesidenan Kediri.

Mengusung tema “Arah kebijakan IPPAT sejalan dengan kebijakan pemerintah di bidang pertanahan dan Kupas tuntas Peraturan Menteri no.9 tahun 2019,” untuk pertama kalinya Pengda IPPAT Tulung Agung menyelenggarakan Seminar Pertanahan di Crown Victoria Hotel Tulung Agung Sabtu, 21 September 2019 lalu.

Narasumber Seminar

Seminar tersebut, diikuti lebih dari 200 peserta yang terdiri dari pihak perumahan, lembaga keuangan/perbankan, ALB dan Notaris/PPAT. Hadir pula kepala Kantor Pertanahan (Kakantah) Kab. Tulung Agung beserta jajaran yang mengikuti seminar hingga akhir.

Foto bersama Panitia dan Pengurus IPPAT

Sri Areni, SH, MM., Ketua IPPAT Pengda Tulung Agung mengatakan bahwa Tulung Agung merupakan daerah yang jauh dari pusat, sehingga agak susah untuk mengikuti asal usul kebijakan disana. Sementara kebutuhan untuk pengetahuan anggota semakin hari semakin diperlukan. Oleh karenanya pengda Tulung Agung mencari solusi untuk menghadirkan para narasumber Nasional yang sekelas dengan yang ada di kota-kota besar.

“Kami pun ingin berkembang, ingin menambah ilmu sebanyak-banyaknya, sehingga kami selaku pelaksana tugas masyarakat dapat menjalankan tugas dengan baik. Karena kami ingin berkembang bersama-sama mereka, ungkap Sri Areni.

Sebagai Narasumber pertama Kepala biro hukum dan hubungan masyarakat Kementerian ATR/BPN, Dr. H. Yagus Suyadi, SH., MSi., mengupas mulai dari pembentukan aturan sampai aplikasi terbitnya sertifikat Hak Tanggungan secara online.

Sementara ketua Umum IPPAT, Julius Purnawan, SH, MSi., selain membuka acara, dirinyapun di daulat untuk menjelaskan arah kebijakan IPPAT yang sejalan dengan kebijakan pemerintah dan upaya IPPAT untuk memberikan perlindungan anggota.

Pada sesi Istirahat, acara dihibur oleh oleh penampilan artis Ibukota Dewi Sansan. Dan tak mau kalah juga tim dancing asuhan Sri Areni pun mengiringi lantunan lagu yang dinyanyikan sang artis. Hampir semua anggota terhibur sambil menikmati hidangan makan siang yang di sediakan panitia.

Baca:  Teleconfrence Dengan Notaris Jabar Menkumham Apresiasi Aplikasi 'SIKENOT'
Dewi Sansan dan Sri Areni Dancing

Selain itu di luar ruang acara banyak stand yang di pamerkan. Salah satunya adalah kuliner khas Notaris Tulung Agung Kebab Pisang Pusing yang sudah di Franchise kan sampai ke Jakarta, Bandung dan Semarang.

Kuliner Khas Tulung Agung

Diakhir Penyelenggaraan Seminar, Julius Purnawan (JP) saat diwawancarai kabarnotariat.id mengatakan bahwa dinilai dari bobot materi Seminar sangat luar biasa, karena selama 2 jam tanpa henti Kabiro hukum dan hubungan masyarakat Kementerian ATR/BPN menjelaskannya dengan detail, sehingga dirinya pun dalam menyampaikan materinya harus secara detail juga.

Foto bersama Panitia dan Pengurus IPPAT

Bagi Pengda baru yang bisa memainkan posisi Jatim bagian selatan, JP sangat mengapresiasi suksesnya acara seminar ini. “Pengda baru, semangat baru, nuansa baru yang sangat luar biasa,” ungkap JP.

Cafe Notary Club (CNC) merupakan bentukan sebuah kumpulan para Notaris/PPAT Tulung Agung untuk memecahkan kebuntuan dalam melaksanakan pekerjaannya. Diharapkan M. Anas Nashiruddun, SH, MKn, selaku ketua NCN, dengan acara ngopi bareng semua kebuntuan dapat diselesaikan bersama.

Baik antar anggota/rekan sejawat maupun bersama instansi terkait. Dengan filosofi Seduh kopimu, Hilangkan Sedihmu dan raih Prestasimu menutup acara Seminar yang juga diperkenalkan kepada ketum IPPAT dengan pemberian kaos berlogo CNC sekaligus menjadi Launching comunitas tersebut.

DN

Komentar