oleh

Konferwil INI Jawa Tengah Memilih Widhi Handoko Menjadi Ketua Pengwil Jateng INI Periode 2019 – 2022

Kabarnotariat.id,Semarang – Ibarat sebuah sampan, banyak yang berpikir bahwa karir organisasi Widhi Handoko akan tenggelam di perhelatan Konferwil Jateng INI di Hotel Sunan Solo (2/10) lalu. Dan banyak yang terkejut ketika tiba-tiba pemilik nama lengka Dr. Widhi Handoko. SH. SpN ini di kabarkan berhasil menduduki kursi Ketua Pengwil Jateng INI mengantikan Sugiarto.

Ini sejatinya adalah sebuah lompatan besar yang di lakukan oleh Widhi Handoko. Sebab sepanjang pengamatan penulis, Widhi Handoko belum pernah menduduki posisi sebagai Ketua Pengda INI ataupun IPPAT.

Dr. Widhi Handoko, SH., SpN (Kiri) bersama Tulus Dwi Mulyanto, SH (Tengah) dan Novendri Amirudin, SH

Terpilihnya Widhi Handoko sebagai Ketua Pengwil Jawa Tengah INI dipastikan akan memperkuat eksistensinya di panggung perkumpulan Notaris khususnya di Jawa Tengah. Dan tentu saja implikasi jabatan baru ini akan semakin jauh dan luas.

Dalam sebuah perbincangan hangat dengan Kabarnotariat.id pada Minggu, (6/10/2019) di kediamannya Kawasan Jalan Jatiluhur, Jatingaleh, Kota Semarang, Jawa Tengah, Widhi Handoko yang akrab disapa dengan panggilan ‘Wihan” ini mengatakan, Inilah kado istimewa untuk Widhi Handoko yang berhasil menduduki posisi sebagai Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Notaris Indonesia periode 2019 -2022. Dia terpilih dalam pesta demokrasi ala Notaris atau tepatnya pada perhelatan Konferwil Jawa Tengah Ikatan Notaris Indonesia di The Sunan Hotel, Solo (2/10) lalu.

Dr, Widhi Handoko, SH., SpN saat tandatangani berita Acara Pelantikan

Sosoknya memang dikenal humble, egaliter, tegas, berintegritas dan kebapakan. Tapi nyalinya, jangan tanya. Suaranya lugas dan tegas, dia pria mandiri yang kuat menghadapi gelombang kritik dan pesimis terhadap dirinya yang maju sebagai orang nomor satu dikalangan Notaris Jawa Tengah tapi itu semua dilaluinya dengan tenang.

Alhasil pemilik nama lengkap Dr. Widhi Handoko. SH. SpN ini berhasil mengungguli keempat lawannya sebagai bakal calon Ketua Pengwil Jateng INI. Banyak orang terkaget-kaget karena Noataris PPAT Kota Semarang ini suaranya melesat berlari meninggalkan lawan-lawannya.

Baca:  Teleconfrence Dengan Notaris Jabar Menkumham Apresiasi Aplikasi 'SIKENOT'

Memasuki putaran pertama Konferensi Wilayah Jawa Tengah Ikatan Notaris Indonesia, Widhi berhasil meraih suara sebanyak 373 suara. Sementara Ahmad Natsir. SH. SpN mendapatkan 252 suara, sedangkan Muhammad Alting hanya mendapatkan 145 suara, Otto Harry Tri Sapta Adji. SH. SpN 44 suara dan Muhammad Hafidz sebanyak 33 suara serta ada suara tidak sah sebanyak 7 suara.

Jadi keseluruhan total suara mencapai 854 suara. Karena suara para calon tidak melebihi 50 persen plus satu, maka penghitungan suara diputuskan oleh Presidium dilanjutkan dengan putaran kedua. Dan singkatnya, pada pukul 23.25 Wib, Widhi akhirnya memenangi perhelatan Konferwil kali ini dengan meraup suara terbanyak dengan 366 suara. Sedangkan Ahmad Natsir sebagai pesaing terberat nya hanya berhasil meraup 315 suara.

Dari pantauan Kabarnotariat.id, pada saat penyampaian visi misi dari keempat calon Ketua Pengwil Jateng INI antara lain Ahmad Natsir. SH. SpN, Muhammad Alting. SH, Otto Harry Tri Sapta Adjie. SH, SpN dan Dr. Muhammad Hafidz. SH Widhi memang sangat lugas menyampai-kan visi misinya.

Dr. Widhi Handoko, SH., saat menyampaikan Visi dan Misi

Berikut narasi visi misinya yang begitu disambut riuh tepuk tangan kalangan Notaris muda Jawa Tengah pada konferwil yang berakhir hingga jelang dini hari.

Dosen Notariat Univetsitas Diponegoro ini menegaskan bahwa dirinya mencoba mengambil kesempatan yang sama dengan keempat calon lainnya untuk memberi dampak besar bagi Organisasi INI. Ditegaskan Widhi, bahwa sesungguh -nya kondisi saat ini Notaris – PPAT dalam himpitan praktik yang kurang sehat.Dan problem utamanya adalah soal kedewasaan dalam menyikapi keadaan.

Widhi menilai, pada setiap acara konferda, konferwil hingga kongres tidak menghasilkan apa-apa kecuali hanya hegemoni dan hiruk pikuk pemilihan ketua. Lalu lanjut Widhi dalam paparan Visi misinya terjadi gesekan di antara rekan, bahkan black campagne dan berita hoaks digunakan sebagai jurus yang tidak sehat. Sehingga terjadi polarisasi di antara anggota. “Jika seperti ini terus kapan kita mau mewujudkan visi misi organisasi INI. Kapan kita mau maju…!?,” ujarnya.

Baca:  Siapakah Sosok SAH Di Bacaketuwil I.N.I Jatim ?

Widhi berpandangan bahwa dari waktu kewaktu negara dan pemerintah tidak berpihak pada Notaris. Pada hal curahan waktu dan tenaga serta biaya yang tidak sedikit digunakan utk membantu pemerintah dan negara. “Sayangnya kita diam, dan justru ribut sendiri di antara saudara seprofesi,” terang Widhi.

“Kita adalah saudara tidak sekedar teman. Itu perlu ditanamkan dalam hati. Dan Kita mempunyai kepentingan dan tujuan yang sama. Kita sudah 100 th lebih tidak punya apa-apa. Bahkan setiap konferwil tidak saya dapatkan sidang komisi yg menghasilkan sesuatu yg berguna,” ujar Widhi.

“Standar akta saja tidak pernah saya dapatkan. Urusan administrasi dan transparansi keuangan masih jauh dari harapan. Struktural ya seperti itu-itu saja. Kegiatan hanya magang bersama dan urusan ALB. Kemudian kasus-kasus kriminalisasi merajalela dan tidak ada pembelaan apapun terhadap anggota. Sungguh ini menyedihkan….!!,” tegas Widhi.

“Saya berharap angkatan muda bersatu padu, semangat untuk perubahan. Kita butuh angkatan muda yang energik untuk perubahan. Keberanian angkatan muda di butuhkan. Organisasi kita kurang perhatian terhadap angkatan muda dan tidak memberi wadah yang semestinya kepada angkatan muda,” imbuh Widhi.

Dr, Widhi Handoko, SH., SpN foto bersama Jajaran PP INI dan Koleganya

“Kabinet saya nanti akan ada perubahan besar-besaran penataan struktural organisasi. Saya akan memberi forsi besar terhadap angkatan muda INI. Tanpa mengabaikan generasi senior. Dan saya akan memperjuangkan ke PP INI, utk membentuk angkatan muda INI sebagai bagian regenerasi yang sehat dan ini akan dipersiapkan,” terang Widhi penuh semangat.

DKP PP INI, Firdhonal, SH melantik Anggota DKW INI Jateng, Agus Lahmi Lubis, SH, Aris Widhi Hidayat, SH, dan Sugiarto, SH

“Mari angkatan muda bersama senior-senior tidak terprovokasi dan terpecah belah. Gunakan akal sehat dan hati nurani kita, kita butuh figur kompeten yang mempuni untuk menyatukan organisasi. Dan kita butuh figur kompeten untuk mewujudkan visi misi, tidak sekedar di PHP dari masa ke masa. Hidup INI….!! INI Jateng Jaya….!!,” ujar Widhi mengakhiri wawancaranya.

Baca:  Ashoya Ratam Ucap Terimakasih

(Jm)

Komentar