oleh

Rina Ariesandy: ‘Pemimpin Itu Kita, Bukan Saya, Pemimpin Itu Tidak Sendiri, Pemimpin Itu Bersama’

Kabarnotariat.id, Sentul – Pemilihan Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Kabupaten Bogor Ikatan Notaris Indonesia (INI) yang akan berlangsung dalam Konferensi Daerah (Konferda) di pertengahan desember 2019 akan menarik. Karenanya telah muncul 5 (Lima) kandidat calon ketua pengda kab.bogor INI pasca diumumkannya oleh Tim Verifikasi pada 2 desember 2019.

Ditemui oleh kabarnotariat.id diruang kerjanya, kamis (5/12/19) Rina Ariesandy, SH.MKn., dengan penuh semangat menyampaikan Visi Misinya terkait dicalonkannya sebagai calon ketua pengda kab.bogor, INI Periode 2019 – 2022.

Menurut Rina, ini adalah pertama kalinya semenjak ia aktif berkecimpung dalam organisasi INI sejak 2014 silam, dirinya dicalonkan sebagai balon Ketua Pengda INI. Rina berharap, momen konferda kab.bogor INI pada tanggal 20 Desember 2019 ini menjadi motivasi bagi dirinya untuk bisa berkonstribusi positif bagi kepentingan perkumpulan dan juga demi kepentingan anggota kab.bogor INI.

“Saya akan senantiasa mendukung upaya perkumpulan dalam menjalankan program sesuai visi dan misinya. Visi misinya adalah GEMPITA: Guyup, Edukatif, Mengayomi, Profesional, Informatif, Transparan dan Akuntabel,” terang Alumnus Prodi MKn Universitas Airlangga 2003 ini.

Gempita
Ia mengungkapkan, ini merupakan harapan besar anggota pengda kab.bogor INI yang coba ia ingin wujudkan.

“Terima kasih untuk seluruh anggota Pengda Kabupaten Bogor INI, baik yang senior ataupun junior yang telah mengusung saya sebagai calon bersama lima calon lain yaitu Nenden Esti Nurhayati.SH, Doharman Limbong.SH, Setiajati Sekarasih. SH, Novalianto Kurniawan. SH dan juga Suherdiman untuk pengda kab.bogor INI kedepan lebih baik lagi yang harus kita lakukan untuk memenuhi tanggung jawab seiring tantangan yang semakin kompleks,” terang Rina, mengawali wawancaranya dengan kabarnotariat.id.

Wanita yang hobi travelling, menari memiliki motto hidup tertib, disiplin dan komitmen ini, berharap dapat mewujudkan cita-cita nya membangun Sekretariat Bersama (Sekber) INI – IPPAT jika dirinya mendapatkan amanah dari anggota.

Baca:  Raih 78 Suara, Sita Kembali Pimpin IPPAT Surabaya
Curriculum Vitae

“Kita harus berupaya membangun Sekber ini agar bisa terwujud serta menghimbau anggota untuk turut aktif dalam program-program pengda kab.bogor INI yang bersifat membangun, agar apa yang menjadi cita-cita Organisasi dapat tercapai. ‘Dari Kita, Oleh Kita dan Untuk Kita,” kata Rina.

Siapapun yang terpilih pada perhelatan Konferda mendatang tak jadi soal bagi Rina dan dia akan selalu mensuport. Menurut Rina, dalam organisasi profesi sebenarnya seorang Ketua itu adalah pemimpin bersama dengan para pengurusnya karena tanpa dukungan pengurus dan juga dukungan anggota. Seorang Ketua itu bukan siapa-siapa.

Lebih lanjut, kembali kepada Visi Misi yang disampaikan oleh Rina sebagai calon ketua pengda kab.bogor INI. Menurut dia, seorang Ketua tidak akan bisa bergerak sendiri, akan lebih ringan, jika bergerak bersama, diibaratan organisasi itu seperti bendi yang ditarik oleh beberapa kuda, kuda harus dapat berlari sejajar tanpa ada yang lebih cepat maupun lambat, agar organisasi bisa tetap utuh. Untuk itu harus ‘Guyup’

“Alhamdulillah, semangat guyub rukun kami sudah kayak leluarga. Kami selalu saling mengingatkan dan memberi masukan dengan harmonis. Tidak ada istilah “keakuan” ini Saya atau Kamu seperti itu atau membebankan satu tanggung jawab tanpa saling merasa mengembannya,” jelas Rina.

Kehidupan dalam berorganisasi pastilah tidak akan lepas dari permasalahan-permasalahan perkumpulan, anggota yang kerap menyangkut kehidupan masyarakat, dimana kepemimpinan yang secara fungsional berfungsi untuk mengurus semua aspek kehidupan berorganisasi yang mengarah pada rasa aman dan nyaman.

Untuk itu organisasi juga harus ‘Informatif dan juga Edukatif” dimana keadaan organisasi dengan segala kiprahnya perkembangannya dipercaya telah memberikan rasa kepada anggota terhadap kepemimpinan dan kinerja dari pengurusnya sehingga banyak hak-hak anggota yang sudah diatur AD-ART tidak terampas dan tertindas oleh ketidak konsistenan pengurusnya sehingga memunculkan kepercayaan pemimpinnya bisa “Mengayomi“.

Baca:  Mengenal Visi dan Misi Petahana Dalam Sarasehan Bacaketuwil Jatim

Dan tentu saja lanjut alumnus S1 Universitas Gajah Mada Tahun 1998 ini, selanjutnya bagaimana program kerja organisasi bisa mendorong anggotanya melalui beberapa kegiatannya menuju “Profesionalisme“.

“Bicara peningkatkan kualitas integritas dan akuntabilitas anggota diorganisasi, maka transparansi haruslah menjadi budaya yang berkarakter kuat di dalam kepribadian masing-masing anggota. Tanpa kekuatan transparansi tidaklah mungkin integritas dan akuntabilitas dapat diwujudkan.

Transparansi membuat setiap aspek dan dimensi berorganusasi menjadi lebih jelas dan terang, sehingga semua informasi yang paling jujur tersedia untuk kebutuhan organisasi dan anggota,” tegas Rina.

IRN

Komentar