oleh

1000 Peserta Ikuti Webinar Ikano Unpad, Ranti Fauza Mayana Sebut Kondisi Covid – 19 Menuntut Agar Lebih Kreatif, Bijaksana dan Efisien

Bandung, kabarnotariat.id – mengusung tema “Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Untuk Memutus Mata Rantai Covid19,” Ikatan Keluarga Alumni Notariat Universitas Padjadjaran (Ikano Unpad) menyelenggarakan ‘Webinar’ atau Seminar online dengan diikuti hampir sebanyak seribu orang dari berbagai penjuru Nusantara yang digelar di Bandung Selasa, 21 April 2020.

Kali ini, acara tersebut turut menghadirkan Menteri komunikasi dan informatika Jhony G Plate sebagai Keynote speaker. Adapun pembicara lain adalah : Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Prof. Dr. Ahmad M. Ramli, SH. MH. FCB. Arb,  Dr. Agung Harsoyo. ST. MS.c (Dosen Teknik Electro ITB, Bandung), Dr. Faizal Rochmat Joemadi (Cheap Digital & Inovation Officer Telkom Group), Dr. Komang Budi Aryasa ( Head of Platform and Enabler PT. Telkom Indonesia), Indra Maulana SH. LLm (Kepala Bagian Hukum dan Kerjasama Ditjen PPI Kominfo) dengan moderator Dr. Tasha Safiranita Ramli. SH. MH.

Prof. Dr. Ahmad M. Ramli, SH. MH. FCB. Arb
Dr. Tasha Safiranita Ramli. SH. MH. Selaku Moderator
Tim Panitia Webinar Ikano Unpad

Mengawali sambutannya Ketua Umum Ikano Unpad, Dr. Ranti Fauza Mayana. SH. SpN mengatakan Webinar ini merupakan hasil kerjasama Kominfo RI, Ikano Unpad dan Program Studi Magister Kenotariatan Unpad yang merupakan wujud sebagai bentuk kepedulian edukasi dan berbagi informasi yang sangat penting karena Pandemi Covid-19 kini merupakan suatu kenyataan yang harus kita hadapi, tanggulangi dan lewati bersama.

Ketua Umum Ikano Unpad, Dr. Ranti Fauza Mayana. SH. SpN

“Kerjasama, kepedulian dan soliditas menjadi kunci penting dalam mendukung dan melaksanakan himbauan Pemerintah untuk memutus penyebaran dan menekan eskalasi Covid – 19 seperti Stay at home, Work From Home, Physical Distancing yang kini ditindaklanjuti pula dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah diimplementasikan di beberapa daerah,” terang Ranti.

Baca:  Kukuhkan Pengurus dan Pokja IPPAT Jabar, Ketua Wilayah Prioritaskan 'Kepentingan Anggota'

Menurut Ranti, Ikano Unpad sepenuhnya memahami bahwa ketersediaan informasi akurat dan aktual yang dikomunikasikan dengan baik kepada setiap lapisan masyarakat dan merupakan kunci agar langkah – langkah strategis guna menghentikan penyebaran serta menekan eskalasi Covid – 19 yang telah digagas Pemerintah supaya dapat berjalan dengan baik juga mencapai hasil yang optimal.

Berangkat dari pemahaman tersebut, kami menyambut baik prakarsa dan kerjasama dari Kominfo RI dan Prodi Magister Kenotariatan Unpad untuk menyelenggarakan Webinar dengan menghadirkan para nara sumber yang sangat kompeten dan kredibel di bidangnya yang akan dipandu oleh Ibu Dr. Tasya Safiranita Ramli, SH.,MH, selaku Moderator.

Kondisi Pandemi Covid – 19, sambung Ranti, menuntut kita untuk lebih kreatif, bijaksana dan efisien dalam memanfaatkan setiap sumber daya dan teknologi, salah satu nya Teknologi Informasi & Komunikasi Untuk Memutus Mata Rantai Covid-19.

“Semoga Webinar yang diikuti lebih dari 950 peserta ini dapat menjadi sarana komunikasi yang informatif, edukatif dan efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kolektif bahwal angkah – langkah strategis yang telah dikeluarkan Pemerintah seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Physical distancing dan Work From Home merupakan suatu bentuk proteksi, bukan limitasi yang hanya akan berhasil apabila ada suatu kerjasama, kedisiplinan dan kolektivitas yang solid dalam implementasinya diiringi dengan tekad, semangat dan doa untuk dapat memutus mata rantai penyebaran Covid -19,” ucapnya.

Ranti berharap, agar Webinar ini dapat berkontribusi positif sebagai media informasi, edukasi sekaligus penggugah bagi kita semua untuk tetap semangat, kreatif, inovatif dan bijak dalam menghadapi situasi Pandemi Covid -19 ini dalam kebersamaan, kepedulian dan dengan penuh tanggungjawab mengimplementasikan langkah – langkah strategis dalam memutus penyebaran dan menekan eskalasi Covid – 19.

Baca:  Raih 78 Suara, Sita Kembali Pimpin IPPAT Surabaya

Sementara itu Rektor Universitas Padjadjaran, Bandung, Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E., M.SIE. menyampaikan bahwa dampak akibat pandemic Covid 19 menyebabkan di Unpad akhirnya terbiasa dengan aktivitas belajar mengajar dengan mengunakan teknologi seperti ini.

Rektor Universitas Padjadjaran, Bandung, Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E., M.SIE.

Tentunya dirinya sebagai Rektor Unpad sangat menyambut baik atas kerja sama Ikano Unpad dan Prodi Magister Kenotariatan yang telah menyelenggarakan Webinar tentang ‘Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Untuk Memutus Mata Rantai Covid19’.  “Insyallah ini akan memberikan manfaat, bagi anggota, mahasiswa dan seluruh civitas akademika,” imbuh Prof. Dr. Rina Indiastuti, singkatnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kominfo, Johnny G Plate yang sekaligus membuka webinar dan sebagai keynote speaker kali ini mengungkapkan, bahwa interaksi saat ini telah bergeser dari ruang fisik ke ruang digital, dan internet menjadi media yang sanagt penting. Pemantauan secara berkala layanan akses internet selama pandemi Covid-19, perlu terus dilakukan agar ekspektasi masyarakat terhadap ketersediaan ruang digital dapat dipenuhi dengan baik.

Menteri Kominfo, Johnny G Plate

Berdasarkan data yang dimiliki Kominfo, sampai saat ini secara nasional ada peningkatan traffic penggunaan internet antara 5–10%. Meski peningkatan traffic ini masih di bawah jika dibandingkan pada saat hari Raya Idul fitri pada tahun sebelumnya. Adapun penetrasi pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 171-172 juta dari total 270 juta penduduk.

Selain itu, lanjut Menteri ada perubahan konfigurasi di mana saat kondisi ruang fisik masih normal penggunaan internet banyak digunakan di perkantoran atau kampus, tetapi saat ini telah bergeser ke arah pemukiman dan perumahan. “Oleh karena itu, deployment infrastruktur harus sejalan dengan pergeseran ini agar layanan internet dapat terjaga,” ujar Menkominfo saat membuka seminar online yang diselengarakan Ikano Unpad ini.

Baca:  Jelang HUT IPPAT Ke - 33, Pengda Kab.Bogor IPPAT Rayakan Baksos Dengan 3 Rangkaian

“Kita akan  terus mendorong para operator telekomunikasi untuk mempertahankan layanan akses internet dengan kapasitas dan kualitas terjaga. Hal ini dikarenakan semakin meningkatnya peralihan interaksi masyarakat ke ruang digital di tengah pandemi Covid-19,” ujar Menteri.

Ditegaskan Menkoinfo, bahwa dalam rangka pencegahan Covid-19 sektor telekomunikasi memegang peran penting dalam penyebaran informasi terkait virus ini. Dan sektor telekomunikasi merupakan garda terdepan pencegahan Covid-19 supaya orang tidak tertular dengan informasi yang memadai. Dengan orang tidak tertular, maka sektor kesehatan yang berada di garda belakang tugasnya akan menjadi lebih ringan.

“Jadi, jangan sampai garda depan tidak bekerja dengan baik, sehingga langsung menembus ke garda belakang dan menyebabkan over capacity di seluruh aspek pelayanan medis,” tegasnya.

Masih dikatakan Menkoinfo, teknologi digital harus benar-benar dimanfaatkan untuk tracing (penelusuran), tracking (pelacakan) dan fencing  (pengurungan) melalui infrastruktur, sistem dan aplikasi telekomunikasi. Penyelenggaraan surveilans terkait Covid-19 meliputi pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, dan diseminasi sebagai suatu kesatuan untuk menghasilkan informasi yang objektif dan terukur sebagai bahan pengambilan keputusan.

Lebih jauh, kominfo juga menyampaikan bahwa pihaknya telah meluncurkan aplikasi “PeduliLindungi” untuk membantu masyarakat mengetahui keberadaan suspect atau zona berisiko penularan virus corona.

Aplikasi PeduliLindungi

Aplikasi ini memiliki fitur tracking yang dapat mendeteksi pergerakan terpapar Covid-19 selama 14 hari ke belakang serta terhubung dengan operator selular lainnya untuk menghasilkan visualisasi yang sama. Berdasarkan hasil tracking dan tracing, nomor di sekitar pasien positif Covid-19 yang terdeteksi akan diberikan warning untuk segera menjalankan protokol kesehatan.

“Saya juga menjamin melalui Keputusan Menteri Kominfo ketika keadaan darurat ini telah selesai maka data-data kesehatan pengguna terkait Covid-19 harus dihapus,” tambah Johnny. Saat ini tidak kurang 1 juta pengguna telah meng-install PeduliLindungi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, melalui aplikasi PeduliLindungi yang telah ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kominfo No. 171 Tahun 2020,” jelas Menteri.

IRN/TD

Komentar