oleh

Tolak Kriminalisasi, Pengwil INI – IPPAT DKI Jakarta Beri Dukungan Moril

Jakarta, Kabarnotariat.id – Akhir-akhir ini sering terjadi kriminalisasi terhadap profesi Notaris-PPAT dalam menjalankan tugas jabatannya, salah satunya seperti yang terjadi pada rekan Martina Hendriarti, SH., Notaris – PPAT yang berkedudukan di Jakarta Timur.

Informasi yang dihimpun, perselisihan perbuatan melawan hukum (PMH) yang diduga dituduhkan kepada Martina Hendriarti, S.H hingga kini terus berlanjut. Dan sudah memasuki tahap persidangan dan pemanggilan para saksi di Pengadilan Negeri (PN) Bogor antara penggugat kuasa hukum Refita H.I Sinaga, SH DKK dengan tergugat Martina Hendriarti SH dengan nomor perkara 14/Pdt.G/2020/PN Bgr.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap rekan se-profesi, Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah dan Ikatan Notaris Indonesia (Pengwil IPPAT – INI) DKI Jakarta, Ruli Iskandar, SH beserta pengurus lainnya ikut memberi dukungan moril hingga permasalahan tersebut bisa terselesaikan.

“Bentuk kepedulian rekan se-profesi tersebut sengaja diberikan kepada Martina Hendriati, S.H yang kini tengah menjalani proses persidangan,” kata Ruli, di Teras Benhil Jalan Bendungan Hilir No. 34 Minggu, (6/9/2020) lalu.

Tak hanya organisasi, dukungan tersebut berdatangan pula dari rekan se-profesi. Dalam pertemuan itu, hadir pula kuasa hukum Martina Hendriarti S.H., dari Law Firm DRDR, Siauw Hendry Leo Prayogo S.H.Sp.N, Antonius W.P., S.H., dan Recky Francky Limpele, SH, serta Iwan Kusmawan, S.H.

Dijelaskan Ruli, alasan mendasar dalam pertemuan tersebut iyalah upaya penyelesaian salah satu anggotanya. “Martina merupakan anggota atau bagian dari keluarga besar INI dan IPPAT DKI Jakarta yang harus kami perhatikan dan kami pedulikan. Dalam hal ini, organisasi akan turut serta memberikan dukungan baik  moral, saksi ahli, konsultasi hukum baik masukan atau saran hukum secara cuma-cuma,” jelas Ruli.

Baca:  Segera Revisi Pungutan OJK

Lebih lanjut sambung Ruli, diluar dari jalur hukum organisasi akan berupaya melakukan komunikasi atau dialog dengan pihak terkait permasalahan Martina.

“Saya berharap agar proses peradilan yang berkeadilan, bisa sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Dan Permasalahan Martina bisa diselesaikan dengan cepat, jujur, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan berkeadilan,” pungkas Ruli.

IRN

Komentar