oleh

Ngaji Jilid V Ala IKANO UNPAD Ditengah Pademic Covid-19

Kabarnotariat.id, Jabar – Ditengah-tengah Pandemi Covid-19 ini, Ikatan Alumni Notariat Universitas Padjadjaran (IKANO UNPAD) Bandung, tak henti-hentinya menyelenggarakan kegiatan. Baik secara rohaniah maupun memberikan wawasan  ilmu pengetahuan kepada para anggotanya.

Kegiatan acara  kerohanian ini tentunya menghadirkan ustad yang tak asing lagi yaitu Ustadz Dedi Hariadi Lc. Dalam isi tausyiahnya, menjelaskan bahwa sungguhnya bersama kesusahan terdapat kemudahan. Sebagaimana dalam surat Asy-Syarh, atau al-Insyirah, ayat 5, Allah SWT berfirman yang artinya: “Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan”.

Allah yang memberi derita dan Allah yang memberi bahagia Orang yang sedang diberikan musibah. Demikian disampaikan Ustadz. Dedi Hariadi, Lc, di hadapan peserta pengajian pada sore hari (2/10) belum lama ini, yang diadakan oleh IKANO UNPAD BANDUNG.

Ustadz Dedi Hariadi, Lc

Selanjutnya Dedy Hariadi mengatakan, “sebelum datangnya derita, Allah juga sudah menyiapkan kebahagiaan”. Dicontohkannya ketika orang yang sudah bertahun-tahun tak memiliki rumah, beberapa bulan setelah dia menshare apa yang di alaminya, keajaiban datang dengan tak terduga. Dan Orang itu tidak menyangka beberapa rekan-rekannya memberikan sumbangan. Yang akhirnya dia bisa membeli rumah itu.

Ustadz Dedi juga mencontohkan kisah indah suami istri di masa Rasulullah. Yakni Ummu Salamah, ketika itu telah menghadapi ujian dengan keimanan dan jiwa yang sabar, dikarenakan suaminya Abu Salamah yang mengalami sakit parah.

Sebelum ajal suaminya tiba, Ummu Salamah mengatakan kepada suaminya “Wahai suamiku tercinta, kamu adalah suami terbaikku. Tak ada yang bisa mengantikanmu. Untuk itu, jika kau meninggalkan, aku berjanji tak akan menikah lagi,” terang Dedi.

Tapi, Abu Salamah sebelum meninggal dunia menyampaikan kepada istrinya Ummu Salamah, “Wahai istriku, ketika aku meninggal dunia maka menikahlah kamu”. beberapa waktu kemudian setelah suaminya meninggal, Ummu Salamah sering berpikir, dan selalu mengatakan kepada orang, bahwa tidak mungkin ada suami sebaik suamiku.

Baca:  Aplikasi UTAMA BPN Surabaya 1 Urus Sertipikat Tanah dari Rumah

Namun hal itu terbantahkan, setelah habis masa idahnya. Ternyata Ummu Salamah di lamar oleh Rasulullah. Dan mendengar lamaran itu, perasaannya bercampur aduk, antara percaya dan tidak.

‘’Bagaimana mungkin aku tidak mengharapkan Anda ya Rasulullah,” ucapnya. Dan berkat kesalehannya, Allah telah mengganti suaminya yang telah wafat, dengan seorang suami yang lebih baik, yakni Rasulullah. Ummu Salamah pun menjadi Ummul Mukminin yang hidup dalam rumah tangga Nubuwwah yang telah ditakdirkan untuknya dan merupakan suatu kedudukan yang beliau harapkan. Beliau menjaga kasih sayang dan kesatuan hati bersama para ummahatul.

Selain itu juga ustadz Dedi menjelaskan terkait dengan kondisi sekarang di tengah pandemi covid-19 ini, pada hakikatnya ujian mencerminkan kasih sayang dan keadilan Allah SWT pada hamba-hamba-Nya yang beriman. Allah SWT ‘tidak rela’ menimpakan azab yang tidak terperih sakitnya di akhirat kelak. Sehingga Ia menggantinya dengan azab dunia yang ‘sangat ringan’. Dalam keadaan seperti ini, musibah berfungsi sebagai penggugur dosa-dosa.

Dalam Al-quran tertulis janji Allah, ”Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah beriman, lantas tidak diuji lagi? Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan mengetahui orang-orang yang dusta” (QS Al Ankabut: 2-3).

“Kamu mengira Allah sedang memusibahimu. Padahal,  Allah sedang memperbaiki dan menyelematkanmu”

Dr. Ranti Fauza Mayana,SH.

Sementara itu dalam kesempatan acara ngaji jilid V, melalui media zoom, ketua umum IKANO UNPAD Bandung, Dr. Ranti Fauza Mayana,SH., mengatakan bahwa sabarnya orang Islam tidak berarti diam. Tetapi berusaha sebaik mungkin, merespon keadaan dan menjadikannya sebagai sarana peningkatan kualitas diri dan ibadah. Tentunya konsep dan implementasi sabar yang bernilai setengah keimanan ini perlu terus dikaji dan didalami, agar dapat senantiasa konsisten menjadi insan yang terus berbenah dan belajar dalam perjalanan menggapai ridho Allah SWT.

Baca:  PD Notaris Oikumene Immanuel Jatim Rayakan Natal

“Semoga dengan semangat kebersamaan dan muhasabah kali ini kita dapat berbagi semangat agar kita bersama senantiasa menjadi makhluk pembelajar, penggali ilmu yang bermanfaat, penyambung tali silaturahmi, penebar kebaikan yang konsisten berikhtiar melatih diri untuk selalu ikhlas dan tawakal kepada Allah SWT,” terang Ranti.

Ted/Red

Komentar