oleh

Gatot Tri Waluyo : “Saya Tanda Tangan Untuk Kepentingan IPPAT Yang Lebih Besar”

Surabaya, Kabarnotariat.id – Setelah selama ini bungkam, Gatot Tri Waluyo akhirnya memberikan penjelasan resmi pertamanya kepada media setelah dirinya menandatangani kesepakatan perjanjian perdamaian, pada 28 Desember 2020 bertempat di kementerian ATR/BPN RI.

Melalui sambungan telepon, Rabu (30/12/2020) Gatot menceritakan ketika dirinya tiba di Kementerian ATR/BPN RI. Paginya langsung mengadakan pertemuan khusus dengan Direktur Pengaturan Tanah Komunal, Hubungan Kelembagaan dan PPAT Kementerian ATR/BPN RI, Musriardi, setelah sepakat, siangnya ba’da Dhuhur semua calon ketua umum datang setelah ditelpon pak Direktur.

“Saya minta pagi tidak ada pihak lain karena ada beberapa hal yang harus kami sampaikan. Saya menghargai segala usaha menuju perdamaian yang diinisiasi Kementerian. Langkah pertama yang saya lakukan adalah menyamakan persepsi atas langkah yang saya lakukan agar tidak timbul masalah baru dan tidak berlarut-larut merugikan semua pihak. Dan beliaupun, pak Direktur, sangat menghargai dan mengapresiasi keputusan saya untuk masa depan IPPAT kedepannya,” Terang Gatot.

Gatot menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan dengan seluruh pihak yang berperkara, baik penggugat maupun tergugat. “Saya hanya menjalani seluruh rangkaian proses hukum yang ada, bila saya meneruskan hingga tahap kasasi pun, semata-mata bukan untuk kalah atau menang, tapi dengan tujuan menemukan kebenaran. Akan tetapi bila hal ini saya lakukan, maka masa depan IPPAT akan semakin tidak jelas karena akan memakan waktu yang lama dan seluruh anggota akan dirugikan. BPN-pun tidak bisa menjalankan tugas dan fungsinya terhadap PPAT. Saya merasakan hal ini dan anggota sangat dirugikan,” ungkapnya.

Banyak agenda penting terhenti karena perkara ini. Seperti pembahasan RUU Jabatan PPAT, efektifitas Majelis Pengawas PPAT dan lainnya yang semua sangat dibutuhkan oleh anggota. “Saya menyepakati semangat dari BPN dan rekan-rekan untuk kepentingan yang lebih besar dan lebih luas ini yang menjadi dasar pertimbangan kuat saya”, imbuhnya.

Baca:  Menjadi Caleg, Bukan Mengejar "Finance"

“Sekarang para Ketua wilayah harus proaktif, jangan hanya bicara perdamaian, waktu sebelum perdamaian, banyak yang mendesak agar berdamai, dan sekarang perdamaian sudah terbuka. Peran sudah berada di Wilayah, segera ambil langkah-langkah positif untuk menggerakkan anggota agar KLB terlaksana,” pungkas Gatot.

DN/ACL

Komentar