oleh

Terdampak Gempa, Kanwil BPN Sulawesi Barat Pastikan Dokumen Pertanahan Aman

Sulawesi, kabarnotariat.id – Pasca gempa bumi berkekuatan 6,2 Magnitudo (M) yang berpusat di Kabupaten Majene, sejumlah bangunan di Kota Mamuju, Sulawesi Barat rusak berat. Salah satu bangunan yang mengalami kerusakan berat adalah Kantor Pertanahan Kabupaten Mamuju. “Berdasarkan laporan yang kami dapat, Kantor Pertanahan Kabupaten Mamuju yang terkena dampak paling parah. Selain itu kerusakan juga terjadi pada Kantor Pertanahan Kabupaten Majene namun tidak parah hanya dinding bangunan retak saja,” ujar Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Barat, Herjon Panggabean saat diwawancara secara daring pada Jumat, (15/01/2021).

Herjon Panggabean menjelaskan sementara ini pelayanan di Kantor Pertanahan yang terdampak ditutup sementara. “Saat ini pelayanan kami tutup sementara sampai proses pemulihan selesai dilakukan. Kami mohon doanya agar keadaan ini segera cepat membaik dan secepat mungkin kami dapat memberikan pelayanan kembali,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar operasional pelayanan dapat segera dilakukan kembali dan berjalan dengan aman. “Kami juga sedang meminta Kantor Kementerian PUPR di Sulawesi Barat untuk membantu mengukur keamanan bangunan. Kalau hasil sudah keluar yang menyatakan bangunan aman pelayanan akan segera dibuka kembali,” jelasnya.

Terkait dengan dokumen pertanahan, Kepala Kanwil BPN Provinsi Sulawesi Barat mengatakan menjamin kemananannya. “Untuk dokumen penting seperti warkah, buku tanah dan surat ukur semua aman dan saat ini sudah dipindahkan ke tempat yang lebih aman,” tambahnya saat menutup wawancara.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Mamuju, Yoga Suwarna yang kantornya merupakan salah satu Kantor Pertanahan yang terkena dampak gempa yang paling parah mengatakan bahwa dokumen pertanahan aman karena ruang arsip yang kondisinya masih bisa dievakuasi. “Sejauh ini laporan jajaran kami di lapangan kondisi bisa dibilang lumayan parah, bangunan rusak, pintu dan dinding hancur namun untuk ruang arsip terdapat retakan di dinding sehingga kami masih bisa sesegera mungkin mengamankan dokumen yang penting,” ungkap Yoga Suwarna saat diwawancara.

Baca:  Menjadi Caleg, Bukan Mengejar "Finance"

Yoga Suwarna juga menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada bantuan penanggulangan bencana pasca gempa yang terjadi. “Kalau untuk bantuan ke lokasi kantah sampai saat ini belum ada. Jadi kami melakukan evakuasi mandiri dengan para pegawai di Kantah Kabupaten Mamuju. Untuk arsip-arsip penting sudah kami amankan ke bagian lain yang masih aman,” jelasnya.

Menutup wawancara, Yoga Suwarna melaporkan bahwa aktivitas di Kantah Kabupaten Mamuju dihentikan sampai waktu yang belum ditentukan. “Aktivitas sudah pasti tidak bisa dilakukan mengingat kondisi bangunan yang rusak parah dan berdasarkan laporan tim di lapangan terdapat putra dari salah seorang Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) di lingkungan Kantah Kabupaten Mamuju yang meninggal dunia. Ada juga yang melaporkan bahwa terdapat rumah salah satu pegawai kita yang rusak parah pasca gempa ini,” tutupnya.

-ACL-

Komentar