oleh

Grand Kota Bintang Bekasi Diduga Melanggar Pemanfaatan Fungsi Sungai

kabarnotariat.id – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofjan A.Djalil bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoeldjono meninjau langsung dugaan alih fungsi sungai Cakung yang yang berada di Grand Kota Bintang,Kota Bekasi.

Banjir yang kerap kali terjadi di daerah tersebut diduga akibat berubahnya dimensi ukuran sungai yang dirubah oleh pengembang kawasan tersebut dari yang seharusnya lebarnya 12 meter menjadi hanya 6 meter menjadi perhatian khusus kedua Menteri Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dalam menjalankan amanah Peraturan Presiden No.60 tahun 2020 tentang Penataan kawasan Jabodetabek+Puncak dan Cianjur.

Menteri ATR/Kepala BPN Sofjan A.Djalil kepada media mengatakan,”Disini diduga ada pelanggaran alih fungsi sungai yang seharusnya 12 meter tereduksi menjadi 6 meter saja sehingga menyebabkan banjir selalu melanda,Kementerian ATR/BPN bersama Kementerian PUPR juga pemerintah kota Beksi akan mendesain ulang sehingga sungai kembali pada fungsinya dan tidak menyebabkan banjir lagi.” Di Grand Kota Bintang,Kota Bekasi pada Rabu (27/1/2021).

Selanjutnya Sofjan A.Djalil menjelaskan, meskipun terindikasi ada pelanggaran kami tidak mengarahkan kepada sanksi pidana kepada pengembang tapi lebih mengarah kepada sanksi administratif berupa pengembalian fungsi sungai sesuai peraturan yaitu dengan lebar 12 meter. “Kita mencari win-win solution dan restorasi sungai kembali ke 12 meter berikut sempadan sungai selebar 5 meter untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah yang terbaik,dan kita akan lakukan dengan cepat.” Tegasnya.

Senada dengan Menteri ATR/Kepala BPN, Menteri PUPR Basuki Hadimoeldjono mengatakan,”Ketika banjir terus menerus terjadi di kawasan ini,terutama di kolong tol kami Kementerian PUPR menurunkan tim dan menemukan adanya pelanggaran disini yaitu lebar sungai yang seharusnya 12 meter menjadi hanya 6 meter sehingga berubah kapasitas debitnya,ini menjadi concern kami.”

Baca:  Buku Saku Gratis Untuk Anggota Jatim

Pak Bas,demikian sapaan akrabnya melanjutkan,”kehadiran kami disini untuk mencari jalan keluarnya untuk mempertahankan fungsi sungai sebagaimana mestinya sebagai drainase,masih ada lahan untuk restorasinya, dan pihak Pemkot Bekasi juga sudah mempersiapkan pelaksanaannya.”

Hadir dalam peninjauan ini Direktur Jenderal Pengendalian dan Pemanfaatan Tanah dan Ruang (Dirjen PPTR) Kementerian ATR/BPN Budi Situmorang, Walikota Bekasi Rahmat Effendi beserta wakil walikota Bekasi, Kapolresta Bekasi, Kakanwil Jawa Barat BPN dan Kakantah Kota Bekasi.

-ACL-

Komentar