oleh

Seminar Nasional INI-IPPAT Jawa Barat Kaji Sertipikat Elektronik

Bandung, kabarnotariat.id – Pasca diterbitkannya Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (PerMen ATR/Kepala BPN) No.1 Tahun 2021 tentang Sertipikat Elektronik, Pengurus Wilayah (Pengwil) Jawa Barat Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Pengwil Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Jawa Barat menyelenggarakan SEMINAR NASIONAL “Kepastian Hukum Sertipikat Elektronik Terhadap Akta Pejabat Umum (Kajian Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN No.1 Tahun 2021 Tentang Sertipikat Elektronik).

Diadakan di Hotel Intercontinental, Kota Bandung pada Rabu (10/2/2021), menghadirkan Menteri ATR/Kepala BPN Sofjan A.Djalil sebagai Keynote Speaker, Direktur Jenderal Pendaftaran Hak dan Pendaftaran Tanah (Dirjen PHPT), Suyus Windayana, serta Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Pertanahan Agraria dan Tata Ruang Kementerian ATR/BPN.

Dirjen PHPT Kementerian ATR/BPN, Suyus Windayana, mewakili Menteri ATR/ Kepala BPN, menjelaskan melalui sambungan video mengatakan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), terus memberikan pemahaman mengenai sertipikat elektronik kepada jajaran internal, masyarakat serta kepada mitra Kementerian ATR/BPN salah satunya Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan Notaris.

“Secara fisik, perbedaannya adalah Sertipikat analog diserahkan kepada pemegang hak dalam bentuk buku, sedangkan sertipikat elektronik diberikan dalam bentuk elektronik atau file dan untuk jenis informasi, tambahan utama pada sertipikat elektronik adalah informasi tentang Restriction dan Responsibility,” ujar Suyus Windayana pada saat memberi penjelasan mengenai Sertipikat Elektronik pada Seminar Nasional Kepastian Hukum Sertipikat Elektronik.

Sedangkan untuk metode pengamanannya, sertipikat selektronik menggunakan Hash Code, QR Code dan TTE. “Hal ini adalah nilai tambah yang akan memberikan banyak keuntungan bagi pemegang Sertipikat elektronik, di antaranya meminimalisir pemalsuan atau bahkan transaksi ilegal pertanahan yang biasa dilakukan mafia tanah,” jelas Suyus Windayana.

Baca:  Peni Inggriani Pimpin DPW IKA UII Banten

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Pertanahan, Tata Ruang dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, Virgo Eresta Jaya mengatakan, terdapat beberapa manfaat dari transformasi sertipikat analog ke sertipikat elektronik. “Transformasi sertipikat elektronik ini mendukung budaya paperless office di era digital, mudah dalam pemeliharaan dan pengelolaan, dapat diakses kapan saja dan di mana saja dan menghindari risiko kehilangan, terbakar, kehujanan dan pencurian pada dokumen fisik,” ungkap Virgo Eresta Jaya.

Virgo Eresta Jaya lebih lanjut mengatakan sertipikat elektronik ini juga mempermudah pelayanan dan menjamin keamanan. “Transformasi ini juga akan mempermudah dan mempercepat proses penanda tanganan dan pelayanan juga keamanan karena akan diterapkan tanda tangan digital yang menjamin otentikasi data, integritas, dan anti penyangkalan sertipikat tanah,” jelas Virgo Eresta Jaya seraya menyampaikan informasi, program digitalisasi sertipikat dilakukan secara bertahap. Proyek Perintis (Pilot Project) direncanakan pada Kantor Pertanahan lokus EoDB yakni di 5 (lima) Kantor Pertanahan di Provinsi DKI Jakarta dan 2 (dua) Kantor Pertanahan di Surabaya, Jawa Timur.

Ketua Pengwil Jawa Barat IPPAT Osye Anggandarri dalam sambutannya menyampaikan,”Untuk merencanakan pelaksanaan kegiatan ini Pengwil Jabar IPPAT dan Pengwil Jabar INI beserta panitia pelaksana telah mengadakan audensi dengan instansi-instansi terkait beserta jajaran beberapa hari sebelumnya.”

Osye Anggandarri menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut kami berdiskusi dengan menitikberatkan pada materi perihal Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN No.1/2021 tentang Sertipikat Elektronik.

“Peraturan Menteri ini mengarahkan kepada kita untuk perlu memahami lebih lanjut mengenai latar belakang, tujuan dan manfaat akan perbedaan sertipikat elektronik dengan analog,berikut implementasi penerbitan, kesiapan pemberlakuan serta keamanannya.” Jelas Osye.

Sementara itu Ketua Pengwil Jabar INI Irfan Ardiansyah dalam sambutannya mengatakan, “Terbitnya Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN No.1/2021 tentang Sertipikat Elektronik merupakan hal yang positif dan tentunya diharapkan dapat lebih mempermudah pelayanan publik baik dari segi administrasi maupun outputnya terhadap masyarakat.”

Baca:  Presiden Joko Widodo Apresiasi Kinerja Kementerian ATR/BPN
Ketua Pengwil Jawa Barat INI Irfan Ardiansyah bersama Ketua Pengwil Jawa Barat IPPAT Osye Anggandarri Menyampaikan Sambutan

Melalui pengaturan sertipikat elektronik diharapkan juga dapat memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum, baik dalam hal objek produknyanya, namun juga terhadap subjek dan pihak-pihak yang terlibat didalamnya, yaitu para stakeholder diantaranya pejabat umum, dalam kaitan ini adalah Notaris selaku Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan para pihak yang melakukan perbuatan hukumnya, seperti misalnya pengalihan hak dan pendaftaran haknya,Jelas Irfan menutup sambutannya.

Ketua Panitia Pelaksana Seminar Irene Kusumawardhani dalam sambutannya mengatakan,” Di era modern ini semua sendi kehidupan masyarakat telah terintegrasi secara elektronik, sehingga diharapkan dapat lebih mempermudah layanan publik terkait bidang pertanahan.”

Selanjutnya Irene menyampaikan, Notaris dan PPAT sebagai pejabat umum dalam menjalankan pelayanan publik perlu mendapat kepastian hukum dalam membuat akta yang berkaitan dengan peralihan hak atas tanah atau pembebanan hak tanggungan berdasarkan sertipikat elektronik.

Seminar Nasional yang diselenggarakan secara luring dan daring ini juga menghadirkan narasumber Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat yang juga menjabat Ketua Majelis Kehormatan Notaris wilayah Jawa Barat Imam Suyudi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian ATR/BPN Jawa Barat yang juga menjabat Ketua Majelis Pembina dan Pengawas Wilayah PPAT Jawa Barat Yusuf Purnama, Majelis Kehormatan Notaris wilayah Jawa Barat dan akademisi bidang hukum pidana Universitas Indonesia Akhiar Salmi.

(ACL/TED)

Komentar