oleh

Buku Saku Gratis Untuk Anggota Jatim

Jawa Timur, kabarnotariat.id – Setelah Siti Anggraeni Hapsari, SH., MH memaparkan materi dalam seminar kombinasi Ikatan Notaris Indonesia (INI) Pengda Gresik (17/2/2021), kabarnotariat langsung menanyakan terkait beredarnya buku saku yang ada pada anggota Notaris di Jawa Timur. Dimana Buku ini adalah jenis buku yang ke-3 kalinya diproduksi INI pengwil Jatim dalam masa jabatannya selaku Ketua.

“Saya (pengwil jatim) memang mencetak buku saku, walaupun ukurannya lebih besar dari saku, tapi bisa di bawa kemana-mana dan mudah dibaca saat dibutuhkan,” ungkap SAH biasa disapa selaku Ketua INI Pengwil Jatim ini. Isinya tentang UU no.30/2004 tentang Jabatan Notaris, UU no. 2/2014 tentang perubahan UUJN dan kode etik notaris. Buku saku tersebut akan dibagikan secara gratis kepada anggota seluruh di Jatim melalui pengda-pengda lewat bidang hubungan antar daerah, pengayoman dan pembinaan anggota.

Menurut SAH, Bidang-bidang tersebutlah yang mempunyai relefansi tinggi terhadap, bagaimana anggota mematuhi UUJN dan Kode Etik. Kemudian dirinya menyisipkan Sumpah Janji dan Jabatan Notaris sebagai pembuka dalam buku saku tersebut, supaya mengingatkan kembali saat awal, bagaimana janjinya menjadi Notaris.

kutipan Sumpah/Janji Notaris

“ Isinya singkat, pendek , kecil-kecil tapi saya senang,”terang SAH. Tidak perlu bawa tas besar untuk membawanya. Ketika sewaktu-waktu dibutuhkan, bisa langsung di buka dan dilihat pasal-pasal  yang diinginkan.

Harapannya buku saku ini menjadi pegangan anggota dan bisa dibawa kemana saja. Baik saat diluar kantor maupun di dalam kantor. Tapi harapan SAH, jangan hanya dibawa saja, namun juga dapat dibaca kapanpun dan dimanapun untuk dapat dipahami dan dimengerti serta dilaksanakan dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari.

Buku Saku ini dicetak karena inisiatif SAH atas rasa prihatin  semakin meningkatnya pelanggaran-pelanggaran yang kerap terjadi dalam pelaksanaan Jabatan dan pelanggaran kode etik Notaris. Karena kemajuan tekhnologi informasi dan media sosial yang semakin marak.

Baca:  Hilangnya Peran Notaris Dalam Pendirian PT UMKM

Tujuan mendasar dibuatnya buku tersebut, agar anggota lebih sadar akan beratnya beban dan tanggungjawab yang harus diemban sebagaimana yang diucapkan dalam Sumpah Jabatan serta dalam memegang teguh Jabatan yang diamanahkan oleh UUJN.

“Semoga buku saku ini bisa meningkatkan kesadaran, kita semakin tinggi untuk menjadi Notaris yang bermartabat dan mempunyai etika yang baik,” tutup SAH dalam keterangannya.

DN

Komentar