oleh

Notaris yang MERDEKA itu seperti apa sih?

Kata Kuncinya adalah membangun PROFESIONALITAS

kabarnotariat.id – Dimana Notaris wajib memberikan pelayanan sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Jabatan Notaris, kecuali ada alasan untuk menolaknya, dengan mengutamakan keahlian notaris dalam menjalankan tugas jabatannya berdasarkan undang-undang jabatan notaris dan kode etik notaris, tindakan profesional notaris dalam menjalankan tugas jabatannya diwujudkan dalam melayani masyarakat dan akta yang dibuat dihadapan atau oleh notaris.

Tidak kalah pentingnya Notaris harus bersikap:
autonomous;
– tidak memihak siapapun (impartial);
– tidak tergantung kepada siapapun (independen), yang berarti dalam menjalankan tugas jabatannya tidak dapat dicampuri oleh pihak yang mengangkatnya atau oleh pihak lain.

Bahwa dalam melaksanakan jabatannya, notaris bukan hanya sekadar selaku orang yang memberi stempel otentik pada suatu akta dengan hanya berpedoman pada asas kebebasan berkontrak saja, akan tetapi juga notaris dalam pembuatan akta (verlijden), terlebih dahulu meminta penjelasan tentang apa yang akan dibuatnya.

Meminta Penjelasan kepada para pihak tentu harus dilakukan dalam kerangka yang menilai dapat atau tidak dapat dilakukan pembuatan aktanya atau menilai kecakapan dan kewenangan bertindak dari pihak atau para pihak tersebut.

Kemudian, dengan pengetahuannya sebagai seorang notaris, notaris dapat menolak membuat akta, apabila ada suatu alasan untuk menolak membuat akta tersebut. Sebagaimana ditentukan dalam UUJN (Pasal 16 ayat (1) huruf e, terutama tentang adanya sesuatu yang bertentangan dengan UU.

Penekanan “dapat menolak membuat akta” harus dengan pemahaman yang baik. Karena apabila FRASA tersebut dilaksanakan tanpa pemahaman, maka bisa mengakibatkan persoalan tersendiri dalam pelaksanaan kewenangan Notaris.

Oleh karenanya harapan yang harus terwujud dalam momen hari kemerdekaan ini adalah:
-Merdeka dari “tekanan institusi lain”
-Merdeka dari “tekanan rekanan”
-Merdeka dari “tekanan diri sendiri karena kebutuhan” .

(jawab sok nu jujur……)

Harapan-harapan tersebut tentu dapat terwujud dengan baik melalui usaha terus menerus dari individu-individu Notaris dengan dukungan yang solid dari Organisasi yaitu Ikatan Notaris Indonesia.

Baca:  Hilangnya Peran Notaris Dalam Pendirian PT UMKM

Dalam Kasus di dunia Kenotariatan beberapa waktu lalu yang berkaitan dengan “keharusan menyimpan deposito dengan nilai tertentu di suatu Bank kalau ingin menjadi Rekanan”, apabila Notaris mengikuti keinginan Bank tersebut, maka hal tersebut dikategorikan atau menunjukkan “BELUM MERDEKANYA” Notaris dari tekanan REKANAN. Sehingga Konkretisasi dari harapan sebagaimana tersebut diatas, harus dapat dilakukan dengan membebaskan dari Tekanan Rekanan tersebut.

Kenapa?

Karena PERAN Notaris itu sangat penting dan dibutuhkan dalam dunia perbankan, lalu kenapa Notaris tidak jual mahal?

Banyak bank (hampir semua) overacting dengan mengharuskan notaris yang menjadi mitra (rekanan) bank tersebut, mendepositokan sejumlah uang (ratusan juta), kenapa notaris tidak pada kompak memboikot bank seperti itu?

Secara nyata, dalam masyarakat sudah terbangun pemahaman, bahwa untuk keperluan-keperluan tertentu yang berhubungan dengan perjanjian atau perbuatan hukum tertentu, selalu melibatkan notaris di dalamnya.
Termasuk tentu yang tidak kalah penting adalah bahwa lembaga perbankan sangat berkepentingan untuk menggunakan alat bukti dengan akta otentik, yang dibuat di hadapan notaris.

Notaris mempunyai posisi tawar yang sangat tinggi terhadap dunia perbankan. Sehingga, kalau ada bank yang memperlakukan tidak selayaknya, sebaiknya diboikot saja. Sejatinya, peran organisasi bisa menentukan hal ini secara nyata dan tegas.

Dapat kita pedomani hal-hal yang mendasar dalam pelaksanaan jabatan Notaris dimana dalam Melaksanakan jabatannya notaris tidak hanya sekedar mempunyai Surat Keputusan tentang Pengangkatannya dan Berita Acara Sumpah Jabatan semata-mata, akan tetapi juga harus dipahami bahwa dalam pelaksanaan tugas jabatan notaris dikenal asas-asas sebagai berikut:

a. Asas Persamaan
Pelayanan sesuai dengan undang-undang jabatan notaris yang dilakukan oleh notaris tidak membeda-bedakan satu dengan yang lainnya berdasarkan keadaan sosial atau alasan lainnya. Alasan-alasan seperti ini tidak dibenarkan dilakukan oleh notaris dalam melayani masyarakat hanya alasan hukum yang boleh dijadikan alasan bahwa notaris tidak dapat memberikan jasa kepada yang menghadap notaris.

Baca:  Kedepan Masih Banyak Permasalahan Sertipikat Elektronik

b. Asas Kepercayaan
Jabatan notaris merupakan jabatan kepercayaan yang harus selaras dengan mereka yang menjalankan tugas jabatan sebagai orang yang dapat dipercaya.
Salah satu bentuk dari notaris sebagai jabatan kepercayaan maka notaris mempunyai kewajiban untuk merahasiakan segala sesuatu mengenai akta yang dibuatnya dan segala keterangan yang diperoleh guna pembuatan akta sesuai dengan sumpah/janji jabatan.

c. Asas Kepastian Hukum
Notaris dalam menjalankan tugas jabatannya wajib berpedoman secara normatif kepada aturan hukum yang berkaitan dengan segala tindakan yang akan diambil untuk kemudian ditungkan dalam akta.
Bertindak berdasarkan aturan hukum yang berlaku akan memberikan kepastian kepada para pihak bahwa akta yang dibuat dihadapan atau oleh notaris telah sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, sehingga jika terjadi permasalahan akta notaris bisa dijadikan pedoman oleh para pihak.

d. Asas Kecermatan
Notaris dalam mengambil suatu tindakan harus dipersiapkan dan didasarkan pada aturan hukum yang berlaku, meneliti semua bukti yang diperlihatkan kepada notaris dan mendengarkan keterangan atau pernyataan para pihak wajib dilakukan sebagai bahan dasar untuk dituangkan kedalam akta.

e. Asas Pemberian Alasan
Setiap akta yang dibuat dihadapan atau oleh notaris harus mempunyai alasan dan fakta yang mendukung untuk akta yang bersangkutan atau ada pertimbangan hukum yang harus dijelaskan kepada para pihak.

f. Larangan Penyalahgunaan Wewenang
Sebagai mana diketahui dalam pasal 15 Undang-Undang Jabatan Notaris merupakan batas kewenangan notaris dalam menjalankan tugas jabatannya.
Penyalahgunaan wewenang yaitu suatu tindakan yang dilakukan oleh notaris diluar dari wewenang yang telah ditentukan. Jika notaris membuat suatu tindakan diluar wewenang yang telah ditentukan maka tindakan notaris dapat disebut sebagai tindakan penyalahgunaan wewenang, jika tindakan seperti itu merugikan para pihak maka para pihak yang merasa dirugikan dapat menuntut notaris yang bersangkutan dengan kualifikasi sebagai tindakan hukum yang merugikan para pihak.

Baca:  Tetap Khusyuk Dan Guyub Ditengah Pandemi

g. Larangan Bertindak Sewenang-wenang
Notaris dalam menjalankan tugas jabatannya dapat menentukan bahwa tindakan para pihak dapat dituangkan dalam bentuk akta notaris atau tidak, sebelum sampai pada keputusan itu noataris harus mempertimbangkan dan melihat semua dokumen yang diperlihatkan kepada notaris. Dalam hal ini notaris mempunyai peranan untuk menentukan suatu tindakan dapat dituangkan dalam bentuk akta atau tidak, dan keputusan yang diambil harus didasarkan pada alasan hukum yang harus dijelaskan kepada para pihak.

h. Asas Proporsionalitas
Notaris dalam menjalankan jabatannya wajib bertindak menjaga kepentingan para pihak yang terkait dalam perbuatan hukum atau dalam menjalankan tugas sebagai notaris.
Disamping itu wajib mengutamakan adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban para pihak yang menghadap notaris. Notaris dituntut untuk senantiasa mendengar dan mempertimbangkan keinginan para pihak agar tindakannya dituangkan dalam akta notaris sehingga kepentingan para pihak terjaga secara proporsional yang kemudian dituangkan kedalam bentuk akta notaris.

i. Asas Profesionalitas
Notaris wajib memberikan pelayanan sesuai dengan ketentuan dalam undang-undang jabatan notaris, kecuali ada alasan untuk menolaknya. Asas ini mengutamakan keahlian notaris dalam menjalankan tugas jabatannya berdasarkan undang-undang jabatan notaris dan kode etik notaris, tindakan professional notaris dalam menjalankan tugas jabatannya diwujudkan dalam melayani masyarakat dan akta yang dibuat dihadapan atau oleh notaris.
(UN)

Komentar