oleh

Mencetak Penghafal dan Cendikiawan Al-Qur’an Sebagai Wujud Syi’ar dan Dakwah NMI

Sukabumi, Kabarnotariat.id – Pondok tahfizhul Qur’an dan mubaligh Notaris Muslim Indonesia (PTQM-NMI) hampir memasuki usia 3 tahun sejak didirikan pada Juli 2018. PTQM-NMI yang merupakan murni inisiasi anggota NMI merupakan wujud bakti kepada masyarakat dalam rangka menjalankan syi’ar dan dakwah sesuai dengan visi dan misi NMI.Sekretaris PTQM-NMI Irmawaty Habie menjelaskan, “PTQM-NMI telah mencetak 3 orang hafiz yang sekarang sedang menempuh pendidikan formal perguruan tinggi, 2 anak di Fakultas Kedokteran dan Fakultas Tarbiyah (pendidikan) di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta dan satu anak menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Al Qur’an (PTIQ) Jakarta.”

Mereka diminta membantu mengajar setiap hari Sabtu dan Minggu selama masih kuliah nanti setelah lulus kuliah mereka diminta pengabdian selama satu tahun di PTQM-NMI.

PTQM-NMI yang berada ada di kawasan sejuk kecamatan Caringin Kabupaten Sukabumi,Jawa Barat telah melahirkan hafiz (penghafal Quran) sebanyak 3 orang dan 35 santri yang berusia antara 9 hingga 17 tahun sedang dalam proses belajar.

Jurnalis kabarnotariat.id berkesempatan langsung meliput kegiatan PTQM-NMI yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1442 H pada hari Jumat hingga Sabtu (30-1/2021)

Kegiatan PTQM-NMI pada malam bulan suci Ramadhan

Kordinator Pengajar PTQM-NMI ustadz Muhammad Idnan Akbar, SQ.,S.AG  memaparkan program pengajaran yang diberikan kepada para santri.

“Untuk tahap awal para santri diberikan dasar berupa Tahsin (pembenaran bacaan), Tahsin merupakan dasar yang harus dikuasai oleh para santri setelah menguasai tahsin barulah mereka masuk kedalam proses Tahfiz (penghafalan), kami dewan pengajar yang terdiri ustadz Dedi Rusardi dan Ahmad Hidayah mentargetkan 2,5 tahun mereka hafal 30 juz Al-Qur’an.” Papar Muhammad Idnan Akbar yang merupakan lulusan Perguruan Tinggi Ilmu Al Qur’an (PTIQ) Jakarta.

Para santri juga mendapat kan materi ta’lim,kajian-kajian kitab dan Sirah Nabawiyah (riwayat para Nabi) dan leadership (kepemimpinan)
“Selain kelak mereka akan menjadi penghafal Al-Qur’an, para santri juga kita siapkan agar dapat menjadi mubaligh (penyampai) untuk kegiatan syi’ar dan dakwah,pelajaran-pelajaran selain penghafalan Al-Qur’an kita berikan selama 6 bulan,jadi total para santri akan belajar selama 3 tahun.”

Baca:  Konferensi Pers Digelar, PP IPPAT Meminta Pertanggungjawaban Hukum Ketum PP-IPPAT Periode 2015-2018

Sekretaris PTQM-NMI Irmawaty Habie menjelaskan, “PTQM-NMI telah mencetak 3 orang hafiz yang sekarang sedang menempuh pendidikan formal perguruan tinggi, 2 anak di Fakultas Kedokteran dan Fakultas Tarbiyah (pendidikan) di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta dan satu anak menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Al Qur’an (PTIQ) Jakarta.”

Mereka diminta membantu mengajar setiap hari Sabtu dan Minggu selama masih kuliah nanti setelah lulus kuliah mereka diminta pengabdian selama satu tahun di PTQM-NMI.

Kemudian Irmawaty Habie melanjutkan, setelah para santri selesai belajar di sini maka sesuai dengan keinginan dan bakat mereka akan kita arahkan ke pendidikan formal atau bisa juga mereka mengabdi di daerah masing-masing. “Kita akan arahkan mereka setelah lulus apakah ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan formal atau kembali ke daerah masing-masing,kita tidak memaksakan kehendak, biar mereka yang menentukan yang penting mereka harus mengaplikasikan ilmunya untuk syi’ar dan dakwah di masyarakat.”

PTQM-NMI selama hampir tiga tahun ini berjalan dengan bantuan donasi dari para donatur. “Pembiayaan operasional PTQM-NMI murni dari donasi para donatur yang dikhususkan untuk kegiatan disini, mereka para santri kami penuhi kebutuhannya mulai kebutuhan belajar (buku dan alat tulis),kebutuhan jasmani (makan, pakaian,kebersihan tubuh) dan lainnya, para donatur mendonasikan ada yang Rp.1 juta, 1,5 juta tiap bulannya, bisa naik bisa turun,syukur Alhamdulillah cukup untuk membiayai operasional PTQM-NMI selama ini.”

Buka puasa bersama

Santri-santri di PTQM-NMI berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mereka berasal dari Medan, Padang, Riau, Sukabumi, Depok, Cirebon,Lombok dan daerah lainnya. “Mereka para santri berasal dari latar belakang yatim piatu dan keluarga dhuafa, oleh karena itu kami biayai sepenuhnya bila perlu hingga Ke jenjang perguruan tinggi, insya Allah harapan kami akan selalu ada donatur yang menyisihkan sebagian rezekinya untuk PTQM-NMI.” Pesan Irmawaty Habie yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PP NMI.

Baca:  4.000 Sertifikat Tanah Dibagikan, Presiden RI Inginkan "2024 Semua Tanah Di Jabar Harus Bersertifikat"

-Acil Akhiruddin-

Komentar