oleh

Mengabdikan Diri dan Mengajarkan Keilmuan

Gresik, kabarnotariat.id – Tidak banyak orang mampu menempuh 2 (dua) Fakultas Keilmuan yang berbeda secara bersamaan dan dapat menyelesaikannya bersama-samaan pula dalam satu Universitas Negeri di Jawa Timur.

Lolitawati, A.Md, SH., MKn., menceritakan masa lalunya kepada Jurnalis kabarnotariat (9/6/2021), yang lebih menikmati pendidikannya semasa kuliah di Fakultas Ekonomi dan Fakultas Hukum. Hingga akhirnya saat ini dapat mengabdikan diri untuk Masyarakat dari Jabatannya sebagai Notaris/PPAT dan dapat mengajarkan keilmuannya sebagai Dosen untuk Mahasiswa Generasi Penerus Bangsa.

“Memang dari sejak Kuliah saya mengambil 2 jurusan sekaligus. Yakni Ekonomi Akutansi dan S1 Hukum,” ungkapnya. Sampai setelah menikahpun, dirinya tidak bisa berdiam diri hanya sebagai Ibu Rumah Tangga saja.  Yang akhirnya diijinkan suami berkarir pada salah satu Perusahaan Swasta ternama di Surabaya Sebagai Legal Corporate yang diperbantukan sebagai Sekertaris BOD (Board Of Director) sebelum di lantik sebagai Notaris/PPAT.

Dari perjalanan berkarir itulah, dirinya mengenal dunia perusahaan hingga akhirnya memilih S2 Kenotariatan untuk meraih profesi sebagai Notaris/PPAT. Tak heran dari beberapa hubungan baiknya dengan relasi-relasinya, mendapat kepercayaan untuk mengajar sebagai Dosen di Salah satu Perguruan Tinggi Swasta Gresik, yaitu Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI).

Lolitawati, A.Md, SH., MKn. bersama Mahasiswa UISI

Dengan mengajar sebagai Dosen, dirinya sangat bersyukur dan menikmatinya. Karena di paksa untuk tetap update ilmu, sehingga bisa terus meng-upgrade keilmuan yang semakin berkembang. “ Saya bukan Dosen pengajar di fakultas hukum, akan tetapi mengajar di fakultas Ekonomi Akutansi dan Management. Dengan mata Kuliah Aspek Hukum dalam Bisnis dan Hukum Etika Bisnis,” terang Lolita biasa disapa.

Uniknya system score pengajaran yang diterapkan di UISI, membuat dirinya bisa berintropeksi diri. Artinya setelah mengajar, mahasiswa di beri kesempatan untuk memberi masukan kepada Dosen tentang bagaimana penyampaian Dosen mengajarkan keilmuan. Singkat katanya, “Kritik dan saran Mahasiswa dengan cara mengisi  tulisan pribadi dalam kertas kosong tanpa mencantumkan nama untuk Dosennya”.

Baca:  PP I.N.I Siap Dilibatkan Sebagai Tim Naskah Akademik

DN

Komentar