oleh

Notaris Jatim Menjadi Saksi Ahli Perkara Akta Hibah Yayasan di Jakarta

Jakarta, kabarnotariat.id – Adanya bantahan dari pihak tergugat dalam perkara perdata nomor:266/Pdt.G/2020/PN.Jkt.Brt, terkait akta hibah dari yayasan lama ke  Yayasan baru dianggap tidak sah, Advokat Damsik, SH., MH., CIL pada kantor hukum Law Firm Tosa & Patners mengajukan Saksi Ahli Indra Iswara, SH., MKn., dalam persidangan di PN Jakarta Barat pada hari Selasa, 27 Juli 2021.

Dalam keterangannya secara online seluler (28/7/2021), Damsik mengatakan, adanya bantahan terkait akta hibah dari yayasan lama ke yang baru dianggap tidak sah. Menurut tergugat harus di bubarkan terlebih dahulu, namun faktanya Yayasan ini belum dibubarkan. Terus lagi harus dilikuidasi dulu, namun tergugat tidak melaksanakannya juga.

Kemudian masih dalam keterangannya, menurut tergugat, akta hibah harus dibuat dihadapan PPAT bukan Notaris. Oleh sebab itulah tim Advokat Damsik, dalam persidangannya mengajukan Saksi Ahli Indra Iswara, SH., MKn., salah satu penulis, akademisi dan praktisi Kenotariatan ini.

Dengan adanya perkara ini, Damsik berharap agar masyarakat yang hendak membuat akta yayasan di Notaris, setidaknya memilih Notaris yang berkompeten. Karena dengan kejadian ini, Notaris bisa dikategorikan lalai dalam pembuatan aktanya. Setidaknya menurutnya Sebelum membuat akta, Notaris harus memastikan keberadaan Yayasan tersebut, Jika sewa, maka harus ada bukti sewa, atau jika gedung sendiri juga harus ada pembuktian dan lain sebagainya. Sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Ditempat terpisah, saat di konfirmasi, Indra Iswara, SH., MKn., salah satu Notaris Jawa Timur (Jatim) bersedia menjadi saksi ahli, demi membela yang tertindas akibat ulah oknum Yayasan dan berharap bisa meluruskan pihak-pihak yang bersengketa dengan teori-teori sesuai keahlian dibidangnya.

DN/ACL

Baca:  Pengda INI Lamongan Salurkan Donasi

Komentar